Jumat pagi (11/5), Gunung Merapi meletus hingga mengeluarkan abu vulkanik dan mengganggu lalu lintas penerbangan udara.
Budi mengaku belum menghitung secara pasti total jumlah penumpang dan pesawat yang dibatalkan penerbangan hari ini. Hanya saja, bila memang berjumlah banyak, maka kerugian yang harus dibayar perusahaan penerbangan bisa ratusan juta.
"Saya belum hitung, ya kalau banyak sampai ratusan juta (jumlah kerugian)," ungkap Budi, Jumat (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia melanjutkan, masyarakat juga memiliki opsi lain jika memang ingin bepergian ke daerah Jawa Tengah melalui bandara di kota lain, misalnya Semarang dan Solo.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk Hengki Heriandono mengatakan ada 14 penerbangan yang dibatalkan hari ini akibat gangguan debu vulkanik letusan Gunung Merapi.
Seluruh penerbangan yang dibatalkan merupakan penerbangan pulang pergi (pp), antara lain Yogyakarta-Denpasar, Yogyakarta-Jakarta, Yogyakarta-Balikpapan, Jakarta-Yogyakarta dan Surabaya-Yogyakarta.
"Sehubungan dengan peningkatan aktivitas erupsi Gunung Merapi tersebut, kami juga telah mempersiapkan contingency plan (rencana darurat) untuk penanganan penerbangan yang terdampak, termasuk penanganan penumpang," papar Hengki dalam keterangan resmi.
Manajemen Garuda Indonesia mengaku masih fokus dalam menangani penumpang yang terkena dampak dari pembatalan jadwal penerbangan ke Yogyakarta. Sehingga, perusahaan belum menghitung kerugian dari kondisi ini. (lav)