Marak Teror, Keamanan Bandara Hingga Stasiun Diperketat

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 18:24 WIB
Marak Teror, Keamanan Bandara Hingga Stasiun Diperketat Pemerintah meminta penambahan aparat TNI dan Polri untuk menjaga keamanan bandara, pelabuhan, hingga stasiun, seiring maraknya aksi teror belakangan ini. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan meminta adanya penambahan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia untuk memperketat keamanan pada sarana perhubungan seperti bandara, pelabuhan, hingga stasiun. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan keamanan setelah Indonesia diterpa aksi terorisme yang terjadi baru-baru ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan permintaan penambahan aparat keamanan ini sudah disampaikan ke seluruh pengelola bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun pada hari Minggu kemarin. Dengan ini, ia berharap masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan tenang tanpa takut ancaman apapun.

"Secara kuantitas kami sudah minta tambahan jumlah dari TNI dan Polri yang hadir. Lalu secara kualitas, aktivitas yang dilakukan petugas, baik itu security, TNI, Polri agar lebih intensif," terang Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (16/5).



Ia memang tidak menyebut tambahan personil TNI dan Polri di sarana perhubungan usai serangan teror. Namun, ia mencontohkan, untuk Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Rencananya, pengamanan ekstra ini akan diberlakukan dalam dua pekan ke depan. Namun, durasi ini bisa diperpanjang setelah mendengar evaluasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri.

"Sementara ini dari kami menetapkan selama dua minggu. Nanti dievaluasi, mengingat berdasarkan informasi dari BIN dan Polri, apa yang disarankan akan kami lakukan. Kalau memang (durasinya) sampai lebaran, kami lakukan," terang dia.


Dengan pengamanan tambahan, ia bisa sedikit bernapas lega lantaran belum ada ancaman terorisme di sarana perhubungan. Selain itu, khusus di bandara, pengelola siap untuk mengaktifkan kembali dua kali Security Check Point (SCP) setelah sebelumnya hanya satu kali.

"Jadi ada double screening masuk bandara itu. Kami mengupayakan juga ada pengamanan-pengamanan tertutup agar kalau ada yang mencurigakan bisa menangani dengan cara yang lebih baik," pungkas Budi. (agi/bir)