Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan pertumbuhan kredit tersebut merupakan pertanda bahwa bank sudah mulai meninggalkan masa konsolidasi dan beralih ke ekspansi.
"Hal yang ingin kami tekankan pertumbuhan ini adalah pertumbuhan yang sustainable (berkelanjutan) dan bertanggung jawab," ujar Heru di Bank Indonesia BI, Jumat (17/5).
Lihat juga:Mitos Pusaran Krisis Moneter 10 Tahun |
Pertumbuhan kredit tersebut berasal dari banyak segmen dan sektor kredit. Namun, ia bilang, yang paling mendorong pertumbuhan ialah sektor infrastruktur, mengingat percepatan pembangunan infrastruktur masih terus dilakukan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini ditandai dengan belum adanya pengajuan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) terkiat target pertumbuhan kredit hingga akhir tahun. "Saya lihat begitu (target masih 10-12 persen). Belum ada perubahan data (dari RBB yang diajukan bank)," katanya.
Lihat juga:Indonesia jadi Pasien Malpraktik IMF |
"Kami tidak ingin pertumbuhan yang dipacu terus tinggi, tapi memberikan kerentanan kalau tidak dijaga dengan baik, sehingga yang penting adalah pertumbuhan yang sustain," terangnya.