Ada Lima Perusahaan Tunda Melantai di Bursa Efek

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 23/05/2018 11:51 WIB
Ada Lima Perusahaan Tunda Melantai di Bursa Efek Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut sebanyak lima perusahaan yang akan go public (IPO) memutuskan untuk menunda aksi korporasinya tersebut. (CNN Indonesia/ Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut sebanyak lima perusahaan yang sejatinya akan go public (initial public offering/IPO) memutuskan untuk menunda aksi korporasinya tersebut. Sebab, pergerakan saham dalam negeri cenderung menurun.

"Sebagian besar karena kondisi market," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, dilansir Antara, Selasa (22/5).

Perusahaan yang menunda aksi IPO di antaranya PT Harvest Time, PT Wahana Vinyl Nusantara, dan PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty). Sementara, PT Artajasa Pembayaran Elektronis membatalkan IPO.


Saat ini, lanjut dia, terdapat sekitar 24 perusahaan masuk dalam pipeline untuk melantai di BEI. Diharapkan, prosesnya lancar, sehingga sahamnya sudah bisa tercatat di BEI pada tahun ini.

Pada tahun ini, BEI menargetkan pelaksanaan IPO sebanyak 35 perusahaan. Berdasarkan data BEI, sepanjang 2018 ini sudah terdapat 13 perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI.

Sementara itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga 22 Mei 2018 melemah sebesar 9,51 persen menjadi ke posisi 5.751,11 poin.


Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengharapkan perusahaan dengan pinjaman perbankan lebih dari Rp1 triliun melakukan IPO.

Pasalnya, perusahaan dengan nilai utang tersebut memiliki fundamental bisnis yang positif dan penerapan tata kelola yang baik (good governance goverment/GCG).

"Jika perusahaan dengan nilai utang sebesar itu tidak bagus, maka perbankan tidak akan memberikan pinjaman. Potensi minat masyarakat untuk memiliki saham perusahaan-perusahaan itu juga akan besar," tandasnya.


(bir)