FOTO: Mengintip Lahan Pertanian di Tengah Ibu Kota

CNN Indonesia/Safir Makki, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 18:42 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah gedung-gedung pencakar langit di ibu kota, masih ada lahan pertanian seperti areal persawahan Rorotan, Jakarta Utara.

Petani memeriksa padi di areal persawahan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (24/5). Areal persawahan ini berada di tengah-tengah gedung pencakar langit Jakarta. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Menurut mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Siswono Yudo Husodo, potensi perluasan sawah di Indonesia masih berkisar enam juta hektare (ha). Seharusnya, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia, mengingat sumber daya yang ada, lahan yang luas dan subur. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksi penduduk Indonesia pada 2018 berjumlah 265 juta jiwa, meningkat 12,8 juta jiwa dibanding 2014. Berdasarkan data pertumbuhan penduduk di atas, kebutuhan konsumsi beras diperkirakan bertambah 1,7 juta ton. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Pemerintah membantu petani lewat program rehabilitasi jaringan irigasi seluas 3,05 juta ha sejak awal dibangun dengan pinjaman Bank Dunia. Bantuan itu dipergunakan juga untuk pembuatan embung/long storage/dam parit 3.771 unit; bantuan alat mesin pertanian untuk mempercepat kenaikan IP 180.000 unit. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Darkiman, salah satu petani, memamerkan hasil panennya di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (24/5). Sektor pertanian merupakan salah satu kontribusi utama pada perekonomian nasional. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Petani memanen padi di areal persawahan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (24/5). Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah menjalankan program untuk memperbanyak cetak sawah baru. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Aktivitas petani saat menggiling padi di areal persawahan kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (24/5). (CNNIndonesia/Safir Makki)
Data BPS melansir, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2017 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu industri pengolahan (20,26 persen), pertanian, kehutanan dan perikanan (13,92 persen), dan perdagangan besar, eceran, reparasi mobil, sepeda motor (13,03 persen). (CNNIndonesia/Safir Makki)