Jokowi Minta Petani Jadi Lebih Modern Agar Dapat Untung Besar

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 21/01/2018 22:15 WIB
Jokowi Minta Petani Jadi Lebih Modern Agar Dapat Untung Besar Presiden Joko Widodo meminta para petani padi mulai modern dalam pengolahan setelah panen sehingga mendapatkan untung yang lebih besar. (BPMI Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta para petani padi mulai modern dalam pengolahan setelah panen. Jokowi menegaskan, petani akan mendapat untung yang lebih besar jika mengolah hasil panen terlebih dulu.

“Keuntungan besar itu saat jadi beras, ada kemasan, dijual di pasar untungnya setelah jadi gabah. Jadi saya sampaikan agar jualnya dalam bentuk beras,” kata Jokowi di Mesuji, Lampung, Minggu (21/1).

Hal itu disampaikan saat bertemu sejumlah petani padi dalam Peresmian Pengembangan PruKades Terintegrasi di Wilayah Transmigrasi.



Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta petani untuk menyampaikan berbagai keluhan mereka di lapangan dan kondisi nyata yang dialami para petani di Lampung.

Djumadi, salah satu petani Lampung mengungkapkan bahwa ia bersama petani lainnya selalu menjual gabah setelah dipanen. Dalam setahun, dua hektare sawahnya dapat menghasilkan 14 ton gabah.

Satu ton ia simpan. Sementara itu, 13 ton gabah ia jual seharga Rp3500 per kilo. Padahal, beras di pasar dijual sekitar Rp10.000-Rp11.000.

“Kalau gabah diubah jadi beras untungnya jelas beras lebih besar. Apalagi sudah dikemas dan dijual ke pasar. Arahnya ke sana,” kata Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi benar-benar meminta para petani mulai beralih ke penggilingan padi modern bahkan mulai berkonsolidasi dengan petani lainnya sehingga menjadi satu kelompok besar.

Jokowi meyakini pengolahan modern dalam skala besar akan lebih mudah dilakukan jika dilakukan bersama-sama.

“(Sulit) Kalau semua bergerak sendiri, enggak akan apalagi kalau jual dalam bentuk gabah,” tuturnya.


Ia juga meminta kepada desa, mengarahkan serta membantu warganya mengikuti modernisasi pertanian agar kehidupan lebih baik dan produk tani Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

Mulai dari mengemas beras hingga mulai memproduksi beras organik yang memiliki pasar besar saat ini.

Menurutnya, modernisasi tak hanya dilakukan petani. Semua pihak harus ikut serta seperti anak muda. Penjualan akan lebih baik apabila beras dikemas dan dijual melalui internet.

“Kalau berasnya organik permintaan ekspor banyak sekali. Jadi pembelinya tidak sekitar (Lampung) kalau mulai online semua orang seluruh Indonesia, dunia, bisa membeli,” ucapnya.

Setelah itu, ia bertanya kepada Djumadi mengenai saran atau hal-hal yang harus dilakukan pemerintah guna mendorong produksi dan kesejahteraan petani di sana.

Djumadi meminta pembangunan irigasi di Mesuji sehingga produksi beras bisa mencapai dua hingga tiga kali setahun. Selama ini hanya sekali karena sering kekeringan.

Mendengar hal itu, Jokowi langsung menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono agar segera mengirim tim dan membangun sistem irigasi di Mesuji. (chs/chs)