Bankir Harap BI Makin Mahir Kelola Moneter di Bawah Perry

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 25/05/2018 12:07 WIB
Bankir Harap BI Makin Mahir Kelola Moneter di Bawah Perry Kalangan bankir berharap Bank Indonesia (BI) kian mahir mengelola kebijakan moneter guna menstabilkan keuangan di bawah komando Gubernur BI yang baru, Perry Warjiyo. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kalangan bankir berharap di bawah Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI) baru, bank sentral makin mahir dalam mengelola kebijakan moneter dan menjaga kestabilan sistem keuangan di tanah air.

Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Maryono mengatakan bahwa kemahiran dibutuhkan karena ke depan ekonomi Indonesia masih mendapat banyak tantangan. Tantangan paling nyata, kata dia, datang dari kebijakan suku bunga yang diterapkan oleh Bank Sentral Amerika, The Federal Reserve yang perlu dihadapi secara hati-hati.

Dalam mengatur suku bunga acuan misalnya, BI harus selalu memperhatikan semua arah kebijakan moneter yang diambil oleh The Fed. "Selalu perhatikan situasi Amerika sehingga kebijakan yang diambil nantinya bisa membuat ekonomi kita tetap terjaga," katanya di Jakarta, Kamis (24/5).

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmojo mengatakan, selain memperhatikan situasi Amerika, BI juga diminta cermat dalam memantau perkembangan ekonomi global dalam menentukan kebijakan. BI juga diminta bankir selalu menjaga ketenangan pasar.
"Pak Perry adalah orang yang berpengalaman dan tahu pasar, kami yakin Beliau mampu untuk memenuhi harapan itu," katanya.

Perry Warjiyo, Kamis (24/5) kemarin resmi dilantik MA menjadi Gubernur BI, menggantikan Agus Martowardojo yang masa jabatannya berakhir Rabu (23/5) lalu. Usai dilantik, Perry berjanji bahwa di bawah komandonya, BI akan melihat kembali pengaturan tingkat suku bunga acuan.
"Kemarin sudah dinaikkan 25 basis poin, nanti akan juga kami merencanakan untuk lebih preemptive, lebih front loading, lebih ahead the curves dalam respon kebijakan suku bunga," katanya.
Selain kebijakan suku bunga, Perry mengatakan bahwa BI di bawah kepemimpinannya akan melakukan kebijakan moneter ganda dengan intervensi di pasar uang dan surat utang atau obligasi. Sementara itu, berkaitan dengan stabilitas nilai tukar rupiah, BI akan memperbaiki koordinasi dengan industri perbankan, kalangan dunia usaha, pemerintah dan OJK. "Akan dibuat persepsi sama supaya stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga," katanya.



(agt)