9 Kabupaten di Jabar Kembangkan Digitalisasi Pertanian

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 08/06/2018 20:46 WIB
9 Kabupaten di Jabar Kembangkan Digitalisasi Pertanian Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan program Kewirausahaan Tani dan Digitalisasi Sistem Pertanian di Indramayu. (Foto: Humas Jawa Barat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan program Kewirausahaan Tani dan Digitalisasi Sistem Pertanian di lokasi Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Kabupaten Indramayu.

Wirausaha Tani dan Digitalisasi Sistem Pertanian itu dikembangkan melalui PT Mitra Bumdes Bersama (MBB), yang berada di bawah pembinaan sejumlah BUMN.

Sembilan kabupaten di Jabar pun dipilih untuk pengembangan program itu sebagai perintis kawasan kewirausahaan pertanian.


Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan kehidupan petani tidak bisa dilakukan sendiri oleh petani.


"Tidak bisa lagi petani berjalan sendiri sendiri, dan petani harus diorganisir. Untuk bisa berkompetisi kelompok petani harus menjadi kelompok dalam jumlah yang besar," kata Jokowi, Kamis (7/6).

PT MBB juga bertujuan agar petani tidak hanya bisa menjual padi dalam bentuk gabah saja. Namun, melalui perseroan itu, petani bisa menjualnya dalam bentuk beras yang dikemas apik.

"Ini yang harus diubah. Gabah nanti harus dijualnya ke MBB dan nanti dalam bentuk beras bisa langsung dijual. Keuntungannya akan lebih besar," tutur Jokowi.

"Kalau petani bisa berjualan beras, baru di situlah petani bisa memiliki kesejahteraan yang baik," tambahnya.

Jokowi pun akan memantau perkembangan PT MBB selama enam bulan ke depan. Apabila perusahaan berhasil, maka akan menjadi contoh pengembangan usaha tani dan sistem digitalisasi pertanian di Indonesia.

Sebesar 51 persen saham perseoran akan dikuasai oleh Mitra Bumdes Nusantara (MBN) yang merupakan anak perusahaan dari tujuh BUMN, yaitu Perum Bulog, Danareksa, PPI, PIHC, RNI, PTPN III, dan Pertamina Retail.

Sementara 49 persen sisanya dimiliki oleh Perkumpulan Gapoktan Bersama, terdiri dari 14 Gapoktan dan Perkumpulan Bumdes Bersama terdiri dari Bumdes dari 14 Desa.

Pembagian deviden adalah sebanyak 80 persen untuk perkumpulan Gapoktan dan Bumdes dan 20 persen untuk PT MBN.

Aplikasi Logtan

Ekosistem kewirausahaan pertanian yang dibentuk dengan sinergi BUMN ini, didasari oleh digitalisasi sistem pertanian yang dikembangkan oleh PT Telkom melalui aplikasi Logistik Tani (Logtan). Aplikasi itu mengintegrasikan semua proses bisnis pertanian dari masa pra tanam - tanam - panen - hingga pascapanen.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno berharap dengan adanya PT MBB ini bisa membantu petani lebih mandiri dan memiliki daya saing, serta meningkatkan kesejahteraan para petani.


Ada sembilan kabupaten di Jawa Barat yang menjadi lokasi pengembangan program kewirausahaan tani dan digitalisasi sistem pertanian ini. Di antaranya, Kabupaten Indramayu, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Ciamis, Sumedang, Majalengka, dan Tasikmalaya.

PT MBB sendiri memiliki fasilitas seperti mesin pengering padi yang dapat mengeringkan gabah kering panen, sebanyak 30 ton dalam satu siklus pengeringan selama 16-18 jam. Selain itu, ada juga gudang beras yang berkapasitas sampai 500 ton, serta sarana gedung perkantoran dan sarana pendukung lainnya.

Data potensi tani di Kecamatan Sliyeg sendiri ada sebanyak 7.009 orang. Dari jumlah ini telah diserahkan kartu tani kepada 2.993 petani dan 1.958 petani di antaranya telah menerima Kredit Usaha Rakyat.

"Diharapkan seluruh kebutuhan tanam petani dapat terpenuhi dengan baik, berikut jaminan biaya hidup sampai dengan musim panen," kata Rini.

Rini menambahkan terwujudnya kewirausahaan pertanian di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu ini hasil kolaborasi antara BUMN bersama Pemerintah Daerah, dan kementerian terkait.

Pelbagai pihak itu di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat, Bupati Indramayu, Menteri Pertanian, serta Menteri Desa, Pembangunan dan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (asa)