Pantau Langsung Elpiji, Pemerintah Jamin Pasokan Aman

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 12/06/2018 15:45 WIB
Pantau Langsung Elpiji, Pemerintah Jamin Pasokan Aman Pemerintah terus memantau ketersediaan bahan bakar, khususnya LPG di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah terus memantau ketersediaan bahan bakar, khususnya Liquified Petroleum Gas (LPG) di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2018.

Pada 10-11 Juni lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Posko Nasional Sektor ESDM melakukan pemantauan langsung ke titik-titik pemasok di Jamali guna mengamankan pasokan LPG tabung 3 Kilogram (Kg).

"Beberapa titik kami pantau langsung, di Jamali khususnya kami cek ke agen LPG, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) hingga ke sub penyalur di Depok, Bandung, Semarang, sampai Jembrana, Bali. Nanti akan terus ada tim lain yang memantau stok LPG di kota-kota lainnya," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Yuli Rachwati dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (12/6).



Tim Posko ESDM menyambangi agen LPG 3 Kg PT Gema Mita Serasi Rapih Jalan Proklamasi No 1, Kecamatan Sukmajaya, dan SPBU 34-16401 Cilodong, Kota Depok, sebagai salah satu pangkalan LPG 3 Kg.

"Stok di Depok aman. Total agen di Kodya/Kabupaten Depok sebanyak 25 yang keseluruhan menjadi Agen Satgas Idul Fitri. Setiap agen minimal memiliki lima pangkalan siaga sehingga total pangkalan siaga sebanyak 125 dengan penambahan pasokan pada 1, 4, 8, 11, dan 20 Juni," ujar Yuli.

Rata-rata penyaluran kondisi normal di Depok mencapai 59.928 tabung per hari. Pada Mei lalu ditambah menjadi 68.668 tabung per hari dan Juni menjadi 66.442 tabung per hari.


Yuli memaparkan konsumen pengguna yang membeli LPG adalah rumah tangga dan usaha mikro dengan harga Rp16 ribu per tabung, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Daerah (Pemda). Pembelian dibatasi paling banyak dua tabung per transaksi.

Yuli menjelaskan total Penyalur/Agen di Kotamadya/ Kabupaten Semarang sebanyak 52 Agen (38 Agen di Kota Semarang dan 14 Agen di Kab Semarang) yang seluruhnya menjadi Agen Satgas Idul Fitri. Sebanyak 180 Pangkalan menjadi Pangkalan Siaga di Kota Semarang dan 50 di Kabupaten Semarang sehingga total pangkalan siaga di Kab/Kota Semarang sebanyak 230.

Adapun, penambahan pasokan Juni sebanyak 6 persen untuk Kota Semarang dan 8 persen untuk Kabupaten Semarang.

Selanjutnya, Sales Executive LPG Pertamina Bali Rainier Axel Gultom melaporkan bahwa selama Ramadan telah dilakukan penambahan suplai LPG sebanyak 6 persen. Kenaikan permintaan di Bali juga dikarenakan Ramadan tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak yang jatuh pada 29 Mei dan Galungan pada 30 Mei 2018.

"Pada 24 hingga 26 Mei 2018 juga telah ditambahkan suplai fakultatif tambahan tujuh persen per harinya sebagai antisipasi Hari Raya Waisak dan Galungan. Sementara, realisasi konsumsi LPG 3 kg di Bali dalam kondisi normal adalah 630 MT/hari," ujar Rainier.


Rainier menambahkan, pada Minggu (27/5) juga dilakukan penambahan pasokan LPG sebesar 5 persen untuk mengantisipasi Hari Raya Waisak dan Galungan. Kemudian, pada 1 Juni 2018 lalu dilakukan penyaluran fakultatif sebesar 70 persen dari normal.

Penambahan fakultatif dilanjutkan pada periode 2-10 Juni 2018. Penyaluran LPG berjalan normal dengan rata-rata peningkatan 7 persen di atas penyaluran normal. (lav/bir)