Kuota BBM Premium Jawa, Madura, dan Bali Ditambah 4,3 Juta KL

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Kamis, 31/05/2018 12:28 WIB
Kuota BBM Premium Jawa, Madura, dan Bali Ditambah 4,3 Juta KL Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menetapkan tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) sebanyak 4,3 juta kiloliter (KL) pada akhir Mei-Desember 2018.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengungkapkan PT Pertamina (Persero) wajib menyiapkan BBM jenis premium di Jamali, khususnya untuk memenuhi kebutuhan mudik Lebaran tahun ini.

"Yang jelas, meminta Pertamina harus itu, apalagi Lebaran ini harus ada yang di tol. Semua tol wajib mesti ada premium," ucap Fanshurullah, Rabu (30/5).



Selain itu, penyediaan BBM Premium juga wajib di beberapa jalan utama atau yang sering dilewati, misalnya Pantura (jalur Pantai Utara). Nantinya, keputusan akan dituliskan secara resmi dalam Surat Keputusan (SK) BPH Migas.

"Sesegera mungkin (SK keluar)," imbuh Fanshurullah.

Sementara itu, jumlah BBM premium yang sudah disalurkan di Jamali pada Januari hingga Mei 2018 sebanyak 1,2 juta kiloliter. Artinya, jika kuota tambahan yang ditetapkan terealisasi sepenuhnya maka total penyaluran BBM premium pada tahun ini sebanyak 5,5 juta kiloliter.


"Jadi mulai hari ini ya sampai Desember (4,3 juta kiloliter), itu sudah kami hitung terhadap kurang lebih 2.090 SPBU," jelas Fanshurullah.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto menuturkan pihaknya telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 hari ini untuk penyaluran BBM premium di Jamali.

"(Isi aturan) Presiden beri kewenangan ke Menteri ESDM untuk menyalurkan premium di Jamali," ujar Djoko.


Menurutnya, ada 571 SPBU di Jamali yang sudah siap menyalurkan BBM premium. Meski BPH Migas menghitung kuota BBM premium untuk 2.090 SPBU, Djoko menegaskan pihaknya akan fokus pada penyediaan di 571 SPBU terlebih dahulu.

"Nanti saja kami tunggu, kalau 571 itu sudah cukup," tegas Djoko. (lav/bir)