Lengangnya Tanah Abang Ditinggal Pemudik

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 11:35 WIB
Lengangnya Tanah Abang Ditinggal Pemudik Jelang Lebaran 2018, suasana Pusat Grosir Tanah Abang mulai lengang ditinggal masyarakat ibu kota yang sibuk mudik ke kampung halaman masing-masing. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang Lebaran 2018, suasana Pusat Grosir Tanah Abang mulai lengang. Pengunjung juga nyaman bisa lalu lalang di pasar tekstil dan konveksi terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Milda Witri (33 tahun), salah satu pedagang toko di Blok A Tanah Abang, mengaku hari-hari biasanya, saat sedang ramai, kemacetan pengunjung bahkan terjadi persis di depan kiosnya.

Namun, ia bersyukur, dengan begitu setiap pengunjung yang melintas punya kesempatan untuk melirik barang dagangannya. Apalagi, di kios Weri Collection miliknya, ia menjajakan pakaian muslim wanita, produk busana yang banyak dicari kaum Hawa jelang perayaan Idul Fitri.

Milda membuka tokonya setiap hari mulai pukul 8.00-17.00 WIB. Di tengah momen puasa, sebelum ditinggal pemudik ke kampung halaman masing-masing, ia bercerita sempat kewalahan melayani pesanan konsumen yang jumlahnya mencapai puluhan kodi.

Lengangnya Tanah Abang Ditinggal PemudikMilda Witri (33 tahun), salah satu pedagang toko di Blok A Tanah Abang. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).

Dalam satu hari, penjualan pakaian muslim wanita bahkan mencapai 1,5 kodi. "Saat ini (ramadan), penjualan masih lebih banyak dari hari biasa," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, belum lama ini.

Meski pengunjung Pasar Tanah Abang berangsur sepi, Milda tetap membuka tokonya hingga hari libur yang ditetapkan pengelola pasar, yaitu hari ini, Kamis (14/6).  Menurutnya, sehari jelang Lebaran biasanya pengunjung datang untuk mencari baju dengan membeli secara eceran.

Adam, pedagang kios pakaian Dessy BHZ di Tanah Abang menyebut hafal betul pola kedatangan pengunjung yang semakin sedikit jelang hari H Lebaran. Tapi, ia boleh girang karena telah mengeruk keuntungan dari ramainya pengunjung jelang puasa dan saat puasa beberapa hari lalu.


Meskipun, dia melanjutkan, dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya, omzet penjualan pakaian pada tahun ini lebih landai. "Tahun lalu, saya bisa dapat Rp30 juta dalam satu hari. Tahun ini, paling ramai cuma sekitar Rp17 juta sehari," imbuhnya.

Ia menduga penurunan omzet terjadi karena beberapa pengunjung banyak beralih ke online shop. Makanya, tak mau ketinggalan, ia pun kerap mengunggah foto-foto produknya untuk dijual secara daring.

Tetap Dikunjungi Pembeli

Promotion Manager Blok A Tanah Abang Hery Supriyatana mengungkap bahwa tren sepi pengunjung jelang Lebaran sudah menjadi polah tahunan. Maklum, masyarakat ibu kota sibuk mudik.


Namun, ia menjelaskan setidaknya ada 50 ribu pengunjung per hari yang masih lalu lalang di Tanah Abang sepekan jelang hari H Lebaran.

Jumlah pengunjung akan normal pada Agustus mendatang dengan total pengunjung mencapai 100 ribu per hari.


(bir)