Milda Witri (33 tahun), salah satu pedagang toko di Blok A Tanah Abang, mengaku hari-hari biasanya, saat sedang ramai, kemacetan pengunjung bahkan terjadi persis di depan kiosnya.
Namun, ia bersyukur, dengan begitu setiap pengunjung yang melintas punya kesempatan untuk melirik barang dagangannya. Apalagi, di kios Weri Collection miliknya, ia menjajakan pakaian muslim wanita, produk busana yang banyak dicari kaum Hawa jelang perayaan Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Milda Witri (33 tahun), salah satu pedagang toko di Blok A Tanah Abang. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta). |
Dalam satu hari, penjualan pakaian muslim wanita bahkan mencapai 1,5 kodi. "Saat ini (ramadan), penjualan masih lebih banyak dari hari biasa," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, belum lama ini.
Adam, pedagang kios pakaian Dessy BHZ di Tanah Abang menyebut hafal betul pola kedatangan pengunjung yang semakin sedikit jelang hari H Lebaran. Tapi, ia boleh girang karena telah mengeruk keuntungan dari ramainya pengunjung jelang puasa dan saat puasa beberapa hari lalu.
Meskipun, dia melanjutkan, dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya, omzet penjualan pakaian pada tahun ini lebih landai. "Tahun lalu, saya bisa dapat Rp30 juta dalam satu hari. Tahun ini, paling ramai cuma sekitar Rp17 juta sehari," imbuhnya.
Ia menduga penurunan omzet terjadi karena beberapa pengunjung banyak beralih ke online shop. Makanya, tak mau ketinggalan, ia pun kerap mengunggah foto-foto produknya untuk dijual secara daring.
Tetap Dikunjungi Pembeli
Promotion Manager Blok A Tanah Abang Hery Supriyatana mengungkap bahwa tren sepi pengunjung jelang Lebaran sudah menjadi polah tahunan. Maklum, masyarakat ibu kota sibuk mudik.
Namun, ia menjelaskan setidaknya ada 50 ribu pengunjung per hari yang masih lalu lalang di Tanah Abang sepekan jelang hari H Lebaran.
Jumlah pengunjung akan normal pada Agustus mendatang dengan total pengunjung mencapai 100 ribu per hari. (bir)
Milda Witri (33 tahun), salah satu pedagang toko di Blok A Tanah Abang. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).