Peredaran Uang Palsu Selama Lebaran Turun
Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Sabtu, 16 Jun 2018 09:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyatakan peredaran uang palsu di Indonesia semakin menurun. Selama ramadan dan Lebaran 2018, tercatat dari satu juta lembar uang yang beredar hanya ada tiga lembar uang palsu.
Jumlah tersebut jauh berbeda jika dibanding tahun lalu. Saat itu jumlah uang palsu beredar mencapai sembilan lembar dalam setiap satu juta uang yang beredar.
Direktur Eksekutif Kepala departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan penurunan itu menunjukkan bahwa upaya pengendalian peredaran uang palsu berhasil.
"Ini menggembirakan," katanya Jumat (15/6).
Suhaedi mengatakan penurunan jumlah peredaran uang palsu tersebut salah satunya disebabkan oleh membaiknya kesadaran masyarakat. Hal itu tak lepas dari sosialisasi yang terus dilakukan bank sentral kepada masyarakat.
"Temuan uang palsu sebagian besar berasal dari masyarakat yang begitu cepat tahu saat menerima pembayaran dari seseorang, diduga palsu, dan sudah dilaporkan," ujarnya.
Selain kesadaran masyarakat, penurunan juga disebabkan oleh membaiknya kualitas uang. Untuk uang pecahan di atas Rp20 ribu, atau pecahan besar sulit ditiru.
Kalaupun bisa ditiru biasanya masyarakat akan dengan mudah mengenalinya dengan melihat, meraba dan menerawangnya. .
Alhasil, pemalsuan uang yang saat ini sebagian besar ditemukan di Jawa kebanyakan dilakukan pada pecahan uang Rp20 ribuan.
(agt/bir)
Jumlah tersebut jauh berbeda jika dibanding tahun lalu. Saat itu jumlah uang palsu beredar mencapai sembilan lembar dalam setiap satu juta uang yang beredar.
Direktur Eksekutif Kepala departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan penurunan itu menunjukkan bahwa upaya pengendalian peredaran uang palsu berhasil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhaedi mengatakan penurunan jumlah peredaran uang palsu tersebut salah satunya disebabkan oleh membaiknya kesadaran masyarakat. Hal itu tak lepas dari sosialisasi yang terus dilakukan bank sentral kepada masyarakat.
"Temuan uang palsu sebagian besar berasal dari masyarakat yang begitu cepat tahu saat menerima pembayaran dari seseorang, diduga palsu, dan sudah dilaporkan," ujarnya.
Selain kesadaran masyarakat, penurunan juga disebabkan oleh membaiknya kualitas uang. Untuk uang pecahan di atas Rp20 ribu, atau pecahan besar sulit ditiru.
Kalaupun bisa ditiru biasanya masyarakat akan dengan mudah mengenalinya dengan melihat, meraba dan menerawangnya. .
Alhasil, pemalsuan uang yang saat ini sebagian besar ditemukan di Jawa kebanyakan dilakukan pada pecahan uang Rp20 ribuan.