Lebaran, Rp8 Triliun Uang Jakarta Mengalir Deras ke Daerah

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Jumat, 15/06/2018 08:13 WIB
Lebaran, Rp8 Triliun Uang Jakarta Mengalir Deras ke Daerah Ilustrasi uang. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta memperkirakan daerah akan kebanjiran uang dari Jakarta pada musim mudik Lebaran 2018 ini. Mereka memperkirakan ada peningkatan uang ke daerah 10 persen sampai 13 persen pada momen tersebut.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Sarman Simanjorang mengatakan dengan peningkatan aliran tersebut maka tahun ini diperkirakan ada uang senilai Rp8 triliun yang mengalir dibawa pemudik dari Jakarta ke daerah. Aliran tersebut meningkat Rp1 triliun jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya Rp7 triliun.

Sarman mengatakan hitungan aliran tersebut dibuat dengan perhitungan, jumlah pemudik dan rata- rata uang yang mereka bawa ke kampung halaman selama Lebaran. Asumsi tersebut belum menghitung THR maupun bonus yang dibawa baik PNS maupun karyawan swasta ke daerah.


"Asumsinya pemudik 7 juta orang atau 2,3 juta keluarga, dan rata- rata uang yang mereka bawa Rp3,5 juta ," katanya dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (14/6).


Sarman yakin aliran uang tersebut bisa memberikan manfaat besar kepada daerah. UMKM daerah bisa semakin menggeliat dengan aliran uang tersebut.

"Momen lebaran memang sangat ditunggu oleh pelaku UKM di daerah tujuan mudik karena mampu mendongkrak omzet mereka. Terlebih, dengan libur lebaran tahun ini yang lumayan panjang," kata Sarman.

Sementara itu berdasarkan laporan Bank Indonesia, perputaran uang selama musim liburan lebaran tahun ini mencapai Rp188 triliun. Dari jumlah uang tersebut Rp41 triliun atau sekitar 22 persennya berasal dari Jabodetabek.

Untuk pemudik, tahun ini diperkirakan totalnya mencapai 19 juta orang. Dari jumlah tersebut sekitar 7 juta orang berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

Tujuan mayoritas pemudik tersebut; Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera, Kalimantan hingga ke Sulawesi.

(agt/bir)