Berdasarkan data investing.com hingga pukul 18.15 WIB, rupiah di pasar spot diperdagangkan di Rp14.221 per dolar AS. Melemah 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sementara dolar Singapura 0,01 persen, dolar Hong Kong 0,02 persen, peso Filipina 0,14 persen, baht Thailand 0,14 persen, dan yen Jepang 0,18 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan rubel Rusia minus 0,32 persen, euro Eropa minus 0,08 persen, dolar Australia minus 0,06 persen, poundsterling Inggris minus 0,05 persen, franc Swiss minus 0,01 persen. Hanya dolar Kanada yang menguat 0,02 persen.
"Meski awalnya sempat tembus Rp14.200 per dolar AS, tapi karena Pilkada ini terbilang baik pelaksanaannya, jadi rupiah sempat menguat," katanya.
Rupiah tetap berada di kisaran Rp14.300 per dolar AS lantaran sentimen global tak berhenti. Sentimen tersebut, antara lain kisruh perang dagang AS-China, kenaikan imbal hasil surat utang AS, hingga rencana pertemuan AS-China mendatang.
"Sampai akhir pekan ini, dibutuhkan sentimen positif dari dalam negeri. Tak hanya dari Bank Indonesia, tapi pemerintah sebenarnya juga bisa memberikan komentar dan data yang memuaskan untuk menjaga rupiah," pungkasnya. (agi)