"Ada tiga pilar pendidikan yang dibangun oleh President University untuk menghadapi era industri 4.0, yaitu pengembangan riset bioteknologi dan medical science, pendidikan yang berbasis budaya dan juga penggunaan teknologi informasi (IT) dalam pembelajaran kepada mahasiswa," jelas SD Darmono, pendiri President University dalam acara diskusi Mendorong Implementasi "Making Indonesia 4.0" yang berlangsung di Cikarang, Selasa (26/6).
Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan saat ini, Indonesia dan dunia memang tengah memasuki era revolusi industri keempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Dok. Jababeka Tbk) |
Namun, ia mengakui untuk bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut, Indonesia harus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang semakin terdidik. Di sinilah pendidikan, termasuk yang dikembangkan oleh President University, memainkan peran yang sangat strategis.
"Kementerian Perindustrian mendukung upaya President University dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital economy melalui terobosan pendidikan berbasis bioteknologi dan medical science, budaya dan kemajuan IT," ujar Airlangga.
Sementara itu, Dwi Larso, Wakil Rektor Bidang Akademik President University yang menjadi moderator dalam diskusi tersebut mengungkapkan bahwa President University ingin menghasilkan SDM yang tidak hanya berprestasi secara akademis, namun juga unggul dan berdaya saing karena kekuatan karakter.
"President University akan turut mengambil peran dalam mencetak tenaga-tenaga ahli sesuai roadmap program Making Indonesia 4.0," jelas Dwi Larso.
Diskusi Mendorong Implementasi "Making Indonesia 4.0" terselenggara atas kerja sama antara Kementerian Perindustrian Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia, Himpunan Kawasan Industri (HKI), PT. Jababeka, Tbk dan President University. (adv)
(Dok. Jababeka Tbk)