President University Siapkan SDM Unggul Menuju Industri 4.0

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 29/06/2018 11:40 WIB
President University menyiapkan sistem pendidikan untuk mahasiswa sesuai dengan kemajuan teknologi menuju era industri 4.0. President University menyiapkan sistem pendidikan untuk mahasiswa sesuai dengan kemajuan teknologi menuju era industri 4.0. (Jababeka Tbk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden University mendorong sistem pendidikan tinggi dan kurikulum mahasiswa sesuai dengan era kemajuan teknologi digital yang dikenal dengan era industri 4.0

"Ada tiga pilar pendidikan yang dibangun oleh President University untuk menghadapi era industri 4.0, yaitu pengembangan riset bioteknologi dan medical science, pendidikan yang berbasis budaya dan juga penggunaan teknologi informasi (IT) dalam pembelajaran kepada mahasiswa," jelas SD Darmono, pendiri President University dalam acara diskusi Mendorong Implementasi "Making Indonesia 4.0" yang berlangsung di Cikarang, Selasa (26/6).

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan saat ini, Indonesia dan dunia memang tengah memasuki era revolusi industri keempat.


"Revolusi industri keempat ini adalah era industri berbasis kemajuan teknologi digital dan big data," kata Airlangga.
Pada akhir abad ke-18,revolusi industri 1.0 menggunakan otot dan tenaga mekanis yang berbahan tenaga air dan uap. Pada era revolusi industri 2.0 mulai awal abad ke-20 dengan teknologi produksi massal dan pemanfaatan tenaga listrik. Dan, selanjutnya revolusi industri 3.0 dimulai pada awal tahun 1970 yang ditandai dengan penggunaan robot dan teknologi IT untuk otomatisasi.

President University Siapkan SDM Unggul Menuju Industri 4.0(Dok. Jababeka Tbk)
Dengan implementasi ekonomi digital dalam industri di Indonesia, tambah Airlangga, akan memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia senilai 2% dari pertumbuhan ekonomi normal.

Pernyataan Airlangga ini sekaligus menepis kekhawatiran bahwa pemanfaatan teknologi IT dan digital akan memicu timbulnya pengangguran karena penggantian tenaga manusia oleh mesin dan robot. 

Namun, ia mengakui untuk bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut, Indonesia harus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang semakin terdidik. Di sinilah pendidikan, termasuk yang dikembangkan oleh President University, memainkan peran yang sangat strategis.

"Kementerian Perindustrian mendukung upaya President University dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital economy melalui terobosan pendidikan berbasis bioteknologi dan medical science, budaya dan kemajuan IT," ujar Airlangga.

Sementara itu, Dwi Larso, Wakil Rektor Bidang Akademik President University yang menjadi moderator dalam diskusi tersebut mengungkapkan bahwa President University ingin menghasilkan SDM yang tidak hanya berprestasi secara akademis, namun juga unggul dan berdaya saing karena kekuatan karakter.

"President University akan turut mengambil peran dalam mencetak tenaga-tenaga ahli sesuai roadmap program Making Indonesia 4.0," jelas Dwi Larso.

Diskusi Mendorong Implementasi "Making Indonesia 4.0" terselenggara atas kerja sama antara Kementerian Perindustrian Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia, Himpunan Kawasan Industri (HKI), PT. Jababeka, Tbk dan President University. (ADV/stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK