Bank Bakal Turunkan DP KPR, Tapi Tidak Nol Rupiah

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 04/07/2018 14:30 WIB
Bank Bakal Turunkan DP KPR, Tapi Tidak Nol Rupiah Sejumlah bank mengaku akan menurunkan uang muka (DP) KPR, namun tak seperti kebijakan BI yang membebaskan DP KPR hingga nol rupiah. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelonggaran uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga nol rupiah yang dirilis Bank Indonesia (BI) tidak akan dimanfaatkan seluruhnya oleh bank umum. Beberapa bank bahkan mengisyaratkan hanya menurunkan uang muka atawa down payment (DP). Bukan memberikan DP nol rupiah.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, misalnya, tak bisa memastikan menurunkan DP KPR atau tidak. Pasalnya, dari sisi bunga kredit, bank tengah berupaya menahan kenaikan bunga hingga akhir tahun demi merealisasikan target penyaluran kredit.

"Jadi, ada stimulus untuk pembangunan rumah, penjualan rumah, dan pertumbuhan kredit," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/7).



Bank lainnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku siap menurunkan DP KPR untuk mendongkrak kredit. Toh, BI sudah memberi restu. Namun demikian, KPT tanpa uang muka masih perlu kajian.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan bahwa bank perlu menganalisis profil risiko calon nasabah, lokasi perumahan, pengembang (developer) yang digandeng, hingga kecukupan likuiditas bank.

"Nanti Agustus, mungkin kami turunkan. Tapi, untuk DP nol persen itu perlu kriteria khusus," terang dia.


Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono malah mengaku tidak akan mengubah aturan DP KPR subsidi. Maklum, DP KPR untuk rumah subsidi sudah satu persen. "Jadi, tidak nol banget. Tapi, nanti kami lihat lagi," ujarnya.

Namun, untuk rumah nonsubsidi, Maryono melanjutkan masih membutuhkan waktu untuk mengkaji pelonggaran uang muka KPR yang saat ini dibanderol 10 persen dari harga jual.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengaku siap menurunkan batas uang muka KPR hingga nol rupiah sesuai kebijakan BI. Dengan syarat, rumah pertama dan khusus nasabah tertentu.


Selain itu, Direktur Manajemen Risiko BNI Bob Tyasika Ananta merinci, pengembang KPR adalah entitas papan atas, sehingga kualitas KPR tetap terjaga. "Penerapan DP nol persen harus selektif, karena risiko bank pasti meningkat," terang dia.

Yang pasti, ia optimistis penurunan DP KPR bisa membuat target pertumbuhan kredit perseroan sebesar 12 persen tahun ini tercapai. Per kuartal I 2018, penyaluran kredit bank sudah mencapai 10,8 persen. (bir)