Pada perdagangan di pasar spot, rupiah hingga pukul 17.00 WIB bergerak di rentang Rp14.373-14.425 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) atau Jakarta Interbank Dollar Spot Rate (Jisdor), rupiah berada di posisi Rp14.387 per dolar AS. Posisi ini melemah 44 poin atau 0,3 persen dariol Rp14.343 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, renmimbi China minus 0,07 persen, peso Filipina minus 0,06 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,05 persen. Hanya ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang berhasil menguat, masing-masing 0,09 persen.
Ibrahim, Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka mengatakan rupiah memang masih melemah tetapi pergerakannya sudah lebih baik karena tidak se-fluktuatif beberapa hari lalu.
Lihat juga:Rupiah Lunglai, IHSG Bertahan di Zona Hijau |
Menurutnya, rupiah yang lebih stabil dipicu oleh pelemahan dolar AS jelang penyampaian testimoni bank sentral AS, The Federal Reserve dan rili data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam.
"Bila hasilnya The Fed lebih dovish dan data ketenagakerjaan jelek, bukan tidak mungkin rupiah bisa menguat besok," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.
Selain itu, besok China akan mulai memberlakukan tarif bea masuk impor yang disiapkannya untuk membalas AS. Artinya, ada potensi dolar AS kembali melemah besok, sehingga bisa menguatkan mata uang negara lain.
"Kalau sejumlah sentimen ini terjadi, mungkin rupiah bisa bergerak di rentangg Rp14.200-14.320 per dolar AS," pungkasnya. (agi/lav)