Rupiah Kian Melemah ke Rp14.394 per Dolar AS

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 05/07/2018 17:06 WIB
Rupiah Kian Melemah ke Rp14.394 per Dolar AS Kendati masih melemah, gejolak nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini sudah lebih baik dibandingkan beberapa hari lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah ditutup pada posisi Rp14.394 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (5/7). Posisi ini melemah 31 poin dari akhir perdagangan kemarin, Rabu (4/7) di Rp14.363 per dolar AS. 

Pada perdagangan di pasar spot, rupiah hingga pukul 17.00 WIB bergerak di rentang Rp14.373-14.425 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) atau Jakarta Interbank Dollar Spot Rate (Jisdor), rupiah berada di posisi Rp14.387 per dolar AS. Posisi ini melemah 44 poin atau 0,3 persen dariol Rp14.343 per dolar AS.


Pelemahan rupiah sejalan dengan won Korea Selatan yang turut melemah 0,34 persen, baht Thailand minus 0,21 persen, rupee India minus 0,16 persen, dan yen Jepang minus 0,12 persen.


Lalu, renmimbi China minus 0,07 persen, peso Filipina minus 0,06 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,05 persen. Hanya ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang berhasil menguat, masing-masing 0,09 persen.

Sementara, mata uang negara maju bergerak variasi. Dolar Kanada menguat 0,02 persen. Sedangkan rubel Rusia dan euro Eropa menguat masing-masing 0,13 persen dan 0,28 persen. Namun, dolar Australia, poundsterling Ingrris, dan franc Swiss stagnan.

Ibrahim, Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka mengatakan rupiah memang masih melemah tetapi pergerakannya sudah lebih baik karena tidak se-fluktuatif beberapa hari lalu.


Menurutnya, rupiah yang lebih stabil dipicu oleh pelemahan dolar AS jelang penyampaian testimoni bank sentral AS, The Federal Reserve dan rili data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam.

"Bila hasilnya The Fed lebih dovish dan data ketenagakerjaan jelek, bukan tidak mungkin rupiah bisa menguat besok," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, besok China akan mulai memberlakukan tarif bea masuk impor yang disiapkannya untuk membalas AS. Artinya, ada potensi dolar AS kembali melemah besok, sehingga bisa menguatkan mata uang negara lain.

"Kalau sejumlah sentimen ini terjadi, mungkin rupiah bisa bergerak di rentangg Rp14.200-14.320 per dolar AS," pungkasnya. (agi/lav)