Cari Modal Segar, Jasa Marga Rilis RDPT

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 06/07/2018 11:04 WIB
Cari Modal Segar, Jasa Marga Rilis RDPT Jasa Marga merilis Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tol dan mendongkrak permodalan perusahaan. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk merilis Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), instrumen investasi untuk menghimpun dana dari pemodal. RDPT operator jalan tol pelat merah ini ditujukan untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang dikelola perusahaan, dan kelompok usahanya.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan RDPT ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya perusahaan dalam inovasi pendanaan untuk mendukung investasi masif. Di samping, untuk mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pendanaan yang bersifat utang.

"Tentunya, alternatif-alternatif pendanaan ini diperlukan di tengah investasi masif yang dilakukan. Tahun ini saja, kami menargetkan sekitar 300 kilometer (km) panjang tol baru yang beroperasi. Tentu saja dibutuhkan penguatan permodalan," terang dia, Jumat (6/7).


Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengharapkan peluncuran produk-produk alternatif pendanaan, khususnya di bidang infrastruktur, tidak berakhir disini.

Dalam skema ini, investor menempatkan dananya pada RDPT yang dikelola oleh manajer investasi. Dalam RDPT ini, pengelolaan dilakukan oleh PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI).

Selanjutnya, MMI mengakuisisi 20 persen kepemilikan saham di tiga anak usaha jalan tol (APJT) yang dimiliki Jasa Marga, yaitu PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK), melalui Special Purpose Company (SPC).


Diketahui, perusahaan telah memiliki konsesi jalan tol sepanjang 1.527 km. Pada tahun ini, perusahaan menambah jalan tol baru yang beroperasi sepanjang 61,25 km, terdiri dari Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Seksi Klitik (Ngawi)-Wilangan sepanjang 48 km.

Lalu, Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Simpang Susun Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km, Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi Kedung Badak-Simpang Yasmin sepanjang 2,65 km, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Rembang-Pasuruan sepanjang 6,6 km.

Dengan demikian, Jasa Marga telah memiliki 741 km jalan tol beroperasi. "Perseroan terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia, dengan inovasi pendanaan. RDPT ini membuka potensi pasar baru di bidang pendanaan demi mendukung ekspansi yang dilakukan," imbuh Dessy.


(bir)