Pemerintah Coba Keruk Untung Dari Perang Dagang AS-China

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 10/07/2018 12:22 WIB
Pemerintah Coba Keruk Untung Dari Perang Dagang AS-China Pemerintah coba cari untung dari perang dagang Amerika- China dengan mengisi kekosongan pasokan barang di kedua negara tersebut. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito menyebut pemerintah sampai saat ini belum mengkhawatirkan perang dagang yang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Menurutnya, perang dagang tersebut tidak akan mempengaruhi hubungan dagang Indonesia dengan masing- masing negara tersebut.

"Karena tidak ada urusan, kami kan tetap bisa impor dan ekspor seperti biasa jadi buat apa khawatir," katanya di Gedung DPR, Senin (9/7) kemarin.


Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan justru momen perang dagang akan dimanfaatkan pemerintah untuk mencari keuntungan dengan meningkatkan ekspor ke dua negara tersebut.


Saat ini, pemerintah sedang mengidentifikasi produk apa saja yang bisa digunakan untuk mengisi ruang kosong yang terjadi di AS dan China akibat perang dagang tersebut.

"Perang dagang membuat barang misalnya dari AS tertahan masuk ke China, demikian pula sebaliknya. Nanti itu akan menjadi celah, negara lain akan berebut agar bisa mengisi kekosongan itu, makanya kami akan memanfaatkan supaya bisa kita isi," jelasnya.

Oke bilang Indonesia atau pemerintah tidak perlu membuat kesepakatan perdagangan baru agar bisa mengisi kekosongan pasokan barang yang terjadi akibat perang dagang di China maupun Amerika.

Penambahan ekspor ke kedua negara tersebut bisa dilakukan dengan mendasarkannya pada perjanjian yang sudah pernah disepakati.


Dengan China misalnya, Indonesia masih bisa memanfaatkan kesepakatan dagang ASEAN Plus China.

"ASEAN-China, itu sudah sangat terbuka, hampir 95 persen komoditas yang dihasilkan sudah bisa dipasarkan ke sana, sehingga kalau China terjadi kekurangan pasokan, kami bisa isi," imbuh dia.

Bersamaan dengan itu, Oke bilang pemerintah Indonesia juga tidak perlu mengubah ketentuan tarif bea masuk impor bila nantinya dampak perang dagang AS-China membuat kedua negara justru mengalihkan ekspornya ke Indonesia.

"Kami hanya antisipasi, ya boleh saja masuk ke kami, selama kami membutuhkan," tandasnya.

(agt/bir)