RI Rogoh Kocek Rp55 Triliun Genggam 51 Persen Saham Freeport

Galih Gumelar & Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 12/07/2018 17:15 WIB
RI Rogoh Kocek Rp55 Triliun Genggam 51 Persen Saham Freeport Pemerintah melalui Inalum resmi menggenggam 51 persen saham Freeport. Aksi korporasi ini menelan biaya sebesar Rp55 triliun (US$3,85 miliar). (REUTERS/Beawiharta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) merogoh kocek US$3,85 miliar atau setara Rp55 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS) untuk menggenggam 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

"Melalui Head of Agreement (HoA) ini, mengambil alih hak partisipasi (PI) Rio Tinto dan Indocopper Investama , sehingga kepemilikan Inalum ditambah kepemilikan negara jadi 51,38 persen. Total nilainya US$3,85 miliar," terang Menteri BUMN Rini Soemarno, Kamis (12/7).

Saat ini, ia menjelaskan lebih lanjut, dominasi kepemilikan saham RI terhadap Freeport Indonesia tinggal menunggu finalisasi setelah perincian joint venture agreement.



"Setelah dilakukan pembayaran, kemudian akan dikeluarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Kapan? Saya minta akhir bulan. IUPK akan dikeluarkan setelah divestasi dikeluarkan," tegas dia.

Hari ini, pemerintah melalui Inalum resmi menggenggam 51 persen saham Freeport Indonesia melalui penandatanganan HoA yang diteken bersama dengan Freeport McMoran dan Rio Tinto.

Hadir dalam acara penandatanganan, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, dan perwakilan dari Freeport.


"HoA ini langkah maju dan strategis dalam rangka kesepakatan antara pemerintah RI dengan Freeport Indonesia dan Freeport McMoran pada 27 Agustus 2017. Kesepakatan yang diumumkan di kantor pak Jonan (Ignasius Jonan) bersama Adkerson (CEO Freeport McMoran) dan saya," ujar Sri Mulyani. (bir)