IHSG Berpotensi Berbalik Melemah pada Akhir Pekan

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 07:55 WIB
IHSG Berpotensi Berbalik Melemah pada Akhir Pekan Indeks Harga Saham Gabungan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi sulit bertahan di zona hijau pada akhir pekan ini, Jumat (13/7), bila dilihat secara teknikal karena sudah mendekati level terkuat.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher Jordan mengatakan pergerakan IHSG saat ini sudah mendekati level terkuatnya, sehingga berpeluang berbalik melemah.

"Secara teknikal IHSG telah bergerak mendekati resistance kuat moving average 50 sehingga IHSG berpotensi kembali terkoreksi," terang Dennies dalam risetnya.



Memang, IHSG dalam tiga hari berturut-turut telah menguat mendekati level 6.000. Pada perdagangan kemarin saja, IHSG ditutup ke level 5.907.

Menurut Dennies, sentimen negatif dalam beberapa waktu tak hanya terlihat secara teknikal, melainkan isu perang dagang masih menyumbang dampak negatif bagi pergerakan indeks saham dalam negeri.

"Pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen perang dagang yang kembali memanas," sambung Dennies.

Maka itu, Dennies belum melihat IHSG bisa kembali ke level 6.000 meski saat ini sudah berada di area sekitar 5.900. Menurutnya, IHSG hanya akan bergerak dalam level support 5.892-5.899 dan resistance 5.923-5.939.


Di sisi lain, Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada melihat sudah ada beberapa pelaku pasar yang melakukan aksi ambil untung (profit taking) merespons penguatan IHSG beberapa hari terakhir.

"Tetap waspadai sentimen-sentimen yang membuat IHSG melemah," ucap Reza melalui risetnya.

Sepanjang hari ini, Reza memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.873-5.884 dan resistance 5.915-5.926.


Adapun, pergerakan bursa saham Wall Street sejalan dengan IHSG kemarin. Terbukti, tiga indeks utamanya ditutup menguat tadi malam. Terinci, Dow Jones naik 0,91 persen, S&P500 naik 0,87 persen, dan Nasdaq Composite naik 1,39 persen. (lav)