Pelemahan Rupiah dan Bursa Global Bakal Tekan IHSG

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Selasa, 24/07/2018 08:03 WIB
Pelemahan Rupiah dan Bursa Global Bakal Tekan IHSG Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi berbalik melemah pada hari ini, Selasa (24/7), usai menguat selama dua hari berturut-turut.

Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah dan pelemahan sejumlah indeks global akan memberikan sentimen negatif terhadap laju IHSG.

Pada penutupan perdagangan kemarin, mayoritas indeks di bursa saham Asia terpantau melemah. Tercatat, indeks Nikkei225 di Jepang turun 1,33 persen, indeks Kospi di Korsel turun sebesar 0,87 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,11 persen.


Hal serupa juga terjadi di bursa saham Eropa. Bila dirinci, Indeks FTSE100 di Inggris bergerak turun 0,3 persen, indeks DAX di Jerman bergerak turun 0,1 persen, dan indeks CAC di Perancis turun 0,39 persen.


Sementara itu, nilai tukar rupiah pada posisi terakhir berada di area Rp14.572 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,52 persen.

"Kondisi rupiah yang masih melemah dan bursa saham global yang kembali melemah dapat menghalangi laju IHSG untuk kembali bergerak positif," papar Reza melalui risetnya.

Maka itu, ia meminta pelaku pasar untuk waspada terhadap pergerakan pasar saham dan ikut memantau sentimen negatif lainnya yang dapat membuat IHSG terperosok dalam jurang pelemahan.


Berbagai sentimen rupiah dan bursa saham global, Reza memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.878-5.889 dan resistance 5.924-5.932.

Tak sependapat, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan optimistis IHSG tetap bertahan di teritori positif, ditopang oleh musim rilis laporan keuangan emiten yang hasilnya diekspektasikan lebih bagus dari periode sebelumnya.

"Investor terlihat mengantisipasi laporan keuangan yang positif setelah beberapa eminten telah merilis laporan keuangan dengan kinerja diatas ekspektasi," ungkap Dennies melalui risetnya.

Selain didorong oleh sentimen fundamental, Dennies juga melihat IHSG akan menguat bila dilihat secara teknikal. Menurutnya, indeks akan bergerak dalam rentang support 5.952-5.934 dan resistance 5.866-5.891.


Informasi saja, IHSG kemarin ditutup di level 5.915. Ini artinya indeks naik 0,73 persen atau 43,01 poin. Penguatan itu dibarengi dengan beli bersih (net buy) pelaku pasar asing di pasar reguler sebesar Rp450,5 miliar. (lav/lav)