"Impor bahan baku jangan ditahan. Nanti kita bisa apa kalau bahan baku ditahan?" terang Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih di Seminyak, Bali, Sabtu (28/7).
Seperti diketahui, Indonesia hingga kini belum sepenuhnya mampu memproduksi bahan baku dan barang modal modal. Maka dari itu, impor bahan baku dan barang modal untuk industri masih diperlukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang semester pertama tahun ini, neraca perdagangan tercatat defisit US$1,02 miliar. Defisit tersebut sebenarnya sudah lebih rendah dibandingkan posisi Januari hingga Mei 2018 yang mencapai US$2,83 miliar.
Gati mengaku tetap mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo tersebut. Namun, ia menekankan, seleksi bahan baku dan barang modal yang akan ditahan impornya harus dilakukan secara hati-hati.
"Bahan baku yang kita punya itu silakan ditahan, bahan baku yang kita tidak punya jangan ditahan, industrinya tidak maju nanti," ujar dia.
Sebelumnya, rencana pemerintah memperketat impor barang modal juga sempat diprotes oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan rencana tersebut justru kontraproduktif dengan upaya menggenjot ekspor produk asal Indonesia.
"Karena kalau mau meningkatkan ekspor bagaimana mau mengurangi impor bahan baku, kan tidak mungkin dong," terang dia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/7). (osc)