Menhub Kaji Komponen Impor Proyek Pelabuhan Patimban

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 31/07/2018 20:46 WIB
Menhub Kaji Komponen Impor Proyek Pelabuhan Patimban Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengkaji ulang kandungan impor di proyek Pelabuhan Patimban dan Kereta Jakarta-Surabaya. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan mengkaji ulang konten impor di dua proyek besar di kementeriannya; kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dan Pelabuhan Patimban.

Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo agar impor barang modal dikurangi.

Budi mengatakan tidak mudah mengurangi impor untuk kedua proyek tersebut. Pasalnya, pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang digunakan untuk proyek tersebut memang mengharuskan penggunaan komponen impor.


Tapi, pihaknya tidak akan menyerah. Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat bernegoisasi dengan Jepang agar kandungan impor di kedua proyek tersebut bisa diganti dengan produk lokal.

"Untuk Pelabuhan Patimban mungkin negosiasinya agak ketat karena sudah diputuskan, tapi untuk Kereta Api Semi Cepat Jakarta-Surabaya masih ada ruang," ujar Budi di Istana Bogor, Selasa (31/7).


Budi mengakui untuk proyek kereta semi cepat akan banyak menggunakan teknologi yang digunakan masih belum bisa diproduksi di dalam negeri. Namun, ia berharap 40 hingga 50 persen komponen bakal pelanting (rolling stock) bisa diproduksi langsung oleh PT Industri Kerta Api (Persero) (INKA).

Budi mengatakan jika negoisasi sukses, porsi komponen lokal dalam proyek Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya bisa naik 10 persen. Adapun sejauh ini, komponen impor di dalam proyek itu paling tidak mencapai 20 persen.

"Paling jelas itu soal rolling stock, Indonesia sudah bisa memproduksi. Atau ya dikirim tidak utuh dari sana dan dirancang di sini. Ini bisa meningkatkan TKDN sekitar 10 persen," jelasnya.

Sementara itu, proyek pelabuhan Patimban sendiri disebutnya tak mengandung banyak komponen impor. Ia memang tidak menyebut porsinya, namun ia berharap porsi kandungan lokal di proyek tersebut bisa meningkat 5 persen.

Pemerintah saat ini tengah berupaya mengurangi impor. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk segera membatasi impor barang tak penting yang bersifat non-strategis.


Dia memerintahkan mereka untuk segera membuat daftar barang non-strategis yang perlu dibatasi impornya. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengatasi pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini.

Sebagai gambaran nilai tukar rupiah yang sudah terdepresiasi 6,43 persen secara tahun kalender. Akibat pelemahan tersebut, cadangan devisa terkuras dari US$131,98 miliar di Januari ke US$119,8 miliar di Juni kemarin demi mengintervensi agar pelemahan rupiah tidak semakin menjadi.

Di tengah penurunan cadangan devisa tersebut, pemerintah menghadapi masalah. Mereka kesulitan menambah devisa terhambat lantaran defisit neraca transaksi berjalan terus melebar.

Pada kuartal I kemarin, defisit transaksi berjalan bertengger di angka US$5,5 miliar atau naik 129,17 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya US$2,4 miliar.

Bank Indonesia memprediksi defisit transaksi berjalan Indonesia hingga akhir tahun ini bisa mencapai US$25 miliar atau terjun 44,51 persen dibanding realisasi tahun lalu yang hanya US$17,3 miliar.

(agt/agt)