Airlangga: Pilpres Tak Ganggu Bisnis asal Ekonomi Kuat

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 18:07 WIB
Airlangga: Pilpres Tak Ganggu Bisnis asal Ekonomi Kuat Menteri Perindustrian Airlanggan Hartarto. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meyakini momentum pemilihan presiden (Pilpres) 2019 tak akan mempengaruhi dunia usaha dan pasar modal. Namun, hal itu hanya berlaku selama kondisi fundamental ekonomi domestik terus menguat.

Menurut dia, tahun politik menjadi salah satu tantangan bagi industri pasar modal. Namun, bukan berarti politik akan membawa dampak negatif

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak akan terkena sentimen negatif dari pilpres 2019 jika kondisi ekonomi domestik positif. Menurut dia, tantangan saat ini berasal dari neraca transaksi berjalan, termasuk di dalamnya neraca perdagangan.


"Tantangan salah satunya politik. Kalau sekarang itu kan yang harus didorong neraca dagang dan transaksi berjalan," terang Airlangga, Rabu (1/8).

Kedua hal itu akan mempengaruhi pelaku pasar asing untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia. Sejauh ini, pelaku pasar asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) atau terjadi aliran modal asing keluar.

"Outflow yang cepat itu kan keluar dari pasar modal," jelas Airlangga


Kendati begitu, jika menilik pada tahun politik sebelumnya seperti pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Juni 2018, hal itu terbukti tak memberikan imbas negatif terhadap dunia bisnis dan pasar saham.

"Politik menjadi agenda yang disebut pesta demokrasi, beberapa pilkada atau pilpres tidak ada persoalan," terang Airlangga.

Pasalnya, hal itu bukan pertama kalinya bagi pelaku usaha melalui proses Pilpres, melainkan telah menjadi agenda rutin lima tahun sekali di Indonesia.

"Dalam setiap agenda lima tahunan bisnis dan ekonomi tetap berjalan dengan lancar," ucap Airlangga.


Berdasarkan catatan Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah net sell asing sejak awal tahun hingga 31 Juli 2018 sebesar Rp48,63 triliun. Namun, khusus 31 Agustus 2018 pelaku pasar asing tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp270,43 miliar.

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna berpendapat kondisi politik memang tak berpengaruh signifikan pada pasar modal.

Selain terhadap laju IHSG, ia juga optimis pilpres 2019 tak akan membuat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di BEI.


"Tidak, tidak ada pengaruh. Kan bukan pertama kali," ucap Nyoman singkat. (lav/lav)