Jokowi: Kami Perlu Hemat Dolar

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 13:55 WIB
Jokowi: Kami Perlu Hemat Dolar Presiden Jokowi ingin agar kebijakan biodiesel bisa segera dilaksanakan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan menterinya untuk serius dalam menerapkan kebijakan pencampuran 20 persen biodiesel ke bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. 

Menurutnya, kebijakan tersebut penting untuk segera dilaksanakan agar impor minyak bisa ditekan. Hitungan Jokowi, penerapan kebijakan biodiesel bisa menyelesaikan sepertiga masalah defisit neraca transaksi berjalan yang saat ini diderita Indonesia.

Menurutnya, penghematan impor yang bisa didapat dari penerapan pencampuran biodiesel bisa mencapai US$5,9 miliar. Dengan mengambil asumsi defisit neraca transaksi berjalan 2017 yang mencapaiu US$17,3 miliar, maka penghematan bisa setara dengan 34,1 persen dari total defisit.


"Ini akan menyelesaikan masalah, makanya saya minta kesungguhan agar pelaksanaan kebijakan ini bisa segera dilaksanakan," katanya di perhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Kamis (2/8).


Jokowi mengatakan bahwa selain bisa berdampak positif ke penurunan impor, kebijakan biodiesel juga bisa berdampak positif ke harga kelapa sawit. Kebijakan tersebut bisa meningkatkan harga CPO dan nilai ekspornya.

"Maka itu segera jalankan, kita butuh dolar dan perlu hemat dolar," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kebijakan biodiesel bisa mengurangi impor BBM 3,5 juta sampai 4,5 juta kiloliter per tahun.

Dan kalau kebijakan tersebut bisa dilakukan harga CPO yang saat ini baru US$532 atau Rp7,6 juta per metrik ton, bisa naik jadi US$700 atau Rp10,1 juta per metrik ton. 

(agt/agt)