"Stance (arah kebijakan) BI masih sama, hawkish. Kami akan terus lakukan langkah-langkah pre-emptive, front loading, dan ahead the curve," ucap Perry di Kompleks BI, Jumat (3/8).
Kendati begitu, kepastian tingkat bunga acuan BI pada bulan ini masih akan dikaji dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan pada dua pekan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan kami ukur apakah langkah-langkah yang sudah kami lakukan apakah masih cukup atau diperlukan lebih lanjut," jelasnya.
Menurut Perry, BI tetap hawkish lantaran berkomitmen penuh untuk menjaga daya saing pasar keuangan Indonesia agar dapat menarik investor asing untuk mengalirkan modalnya ke Tanah Air.
Lebih lanjut, stabilitas rupiah akan memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan sekitar 5,2 persen pada tahun ini.
Sebelumnya, The Fed kembali menahan bunga acuan di level 1,75-2,0 persen pada Agustus 2018. Namun, kenaikan bunga acuan pada September mendatang diperkirakan tetap akan terjadi.
Hingga Juli 2018, bunga acuan BI berada di tingkat 5,25 persen, setelah dinaikkan pada Mei dan Juni lalu sebesar 100 basis poin (bps).