Buka Tutup Pintu Tol, Operator Tak Masalah Pendapatan Turun

SAH, CNN Indonesia | Sabtu, 04/08/2018 15:25 WIB
Buka Tutup Pintu Tol, Operator Tak Masalah Pendapatan Turun Buka tutup pintul tol diberlakukan selama Asian Games. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk (CMNP) Tito Sulistio mengaku kebijakan buka tutup pintu tol untuk Asian Games memberikan dampak terhadap perseroan. Pasalnya, ruas tol Rawamangun-Pulomas-Sunter yang dikelolanya terkena beleid tersebut.

Setidaknya, kata mantan Bos Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, dampak beleid itu adalah pengurangan pendapatan CMNP. Namun, Tito mengaku tidak menghitung jumlah pengurangan pendapatannya.

"Pasti akan ada pengurangan pendapatan tapi enggak masalah," terang Tito di Jakarta, Sabtu (4/8).


Menurut dia pengurangan pendapatan itu tak seberapa, karena kebijakan buka tutup tol tersebut hanya efektif berlangsung sembilan hari selama Asian Games.

"Kita enggak itung, kita 9 hari (buka tutup) tidak apa-apa, asal jangan terus-terusan," ujarnya.

Namun, lanjut Tito, dampak dari Asian Games akan positif bagi perseroan karena secara luas, pesta olahraga terbesar se-Asia itu bakal menggenjot ekonomi nasional. Hal itu kata, dia sudah terbukti di beberapa negara lain yang pernah menyelenggarakan pesta olahraga serupa.

"Kalau Asian Games sukses, ya mudah-mudahan tahun politik tahun depan tidak terasa karena ekonomi dampaknya meningkat," ungkapnya.

"Rule of thumb di  dunia seperti itu setelah event olahraga Olimpiade, Asian Games itu ekonomi naik. Okelah Brasil tidak terbukti, tapi yang lain terbukti," lanjut dia.

Sebelumnya, Kebijakan buka tutup sejumlah gerbang tol dalam masa uji coba rekayasa lalu lintas menjelang Asian Games 2018 mulai diterapkan.

Namun, kalangan pengusaha dan pelaku bisnis jasa logistik meminta waktu penutupan itu dipangkas karena akan berdampak buruk terhadap kelancaran arus pengiriman barang. 

"Kemarin kita mengatur mulai jam 06.00-21.00 WIB malam kita kurangi menjadi 06.00-19.00 karena kita mempertimbangkan efektivitas arus logistik tidak boleh terganggu terlalu lama, kemudian (dari) aspirasi yang berkembang di masyarakat terutama pengusaha-pengusaha," ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono, di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (1/8). (evn)