Darmin: Deklarasi Capres Redakan Ketidakpastian Berbisnis

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 17:16 WIB
Darmin: Deklarasi Capres Redakan Ketidakpastian Berbisnis Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Dok. Biro Humas Menko Perekonomian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai deklarasi dan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden (Capres dan Cawapres) dalam Pilpres 2019 telah meredakan kondisi ketidakpastian ekonomi di mata investor.

Sebelumnya, menurut Darmin, pelaku usaha menunjukkan kekhawatiran terhadap kondisi politik sempat memasuki masa ketidakpastian menjelang penetapan Capres dan Cawapres.

"Sekarang kan sudah jelas (calonnya), kalau sudah jelas harusnya wait and see bisa berkurang," ujar Darmin ditemui di kantornya, Jumat (10/8).



Optimisme pelaku usaha yang meningkat diharapkan bisa tercermin dalam pertumbuhan investasi kuartal ketiga tahun ini. Pada kuartal II, pertumbuhan Pembentuk Modal Tetap Bruto (PMTB) hanya mentok di angka 5,87 persen, padahal pertumbuhan di atas 7 persen berhasil dicetak tiga kuartal sebelumnya.

Darmin yakin pertumbuhan investasi di kuartal III bisa kembali menembus 7 persen pasca pengumuman Capres dan Cawapres. "Kami sih optimistis," imbuh dia.

Ia menambahkan, optimisme investor di semester II juga diharapkan membaik karena sentimen regulasi pemerintah.


Salah satunya, implementasi pencampuran biodiesel sebesar 20 persen ke dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar (B-20) yang akan dimulai September mendatang menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan dan mendorong permintaan minyak kelapa sawit.

Tak hanya itu, ia juga yakin implementasi program sistem perizinan investasi terintegrasi (Online Single Submission/OSS) bisa menjadi sentimen positif bagi pelaku usaha bahwa investasi masih menjadi perhatian utama pemerintah.

"Kebijakan sudah dicatat dengan baik, tinggal seberapa baik itu bisa terwujud," paparnya.


Kemarin, kepastian mengenai calon-calon yang berlaga di pemilihan presiden 2019 terjawab sudah. Petahana Presiden Joko Widodo memilih Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya. Sementara itu, Prabowo Subianto menggandeng Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai Calon Wakil Presiden. (lav/lav)