OJK Siap Tindak Lanjut Jika Ada 'Dana Siluman' Jelang Pilpres

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 20:04 WIB
OJK Siap Tindak Lanjut Jika Ada 'Dana Siluman' Jelang Pilpres Ilustrasi uang. (REUTERS/Garry Lotulung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap menindaklanjuti laporan penggunaan dana di luar kewajaran jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019 melalui lembaga jasa keuangan. Penindakan bakal dilakukan jika mendapatkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2B OJK Djustini Septiana mengatakan laporan itu tak hanya bisa dilihat spesifik di pasar modal saja karena PPATK melakukan pengawasan secara menyeluruh.

"Jadi PPATK selalu mengirim ke kami lalu kami lihat. Kami lihat siapa orang ini dan untuk apa dananya," ucap Djustini, Jumat (10/8).



Sebelum ke pasar modal, aliran dana di luar kewajaran itu umumnya bisa terlihat lebih dulu di perbankan. Sejauh ini, ia belum mendapatkan laporan dugaan penggunaan dana di luar kewajaran di pasar modal.

"Kalau ada di pasar modal baru ada tindak lanjut," jelas Djustini.

Namun begitu, secara historis data yang penggunaan dana di luar kewajaran yang diberikan oleh PPATK tak mengalami perubahan signifikan antara momen tahun politik dengan tahun biasa.

"Normal, sama saja, biasa saja," ucap Djustini.


Secara keseluruhan, OJK menilai dampak tahun politik tak terlalu terasa bagi pasar modal, khususnya pada laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hoesen mengatakan selama proses pilpres 2019 berjalan dengan aman, maka IHSG akan bergerak stabil.

"Artinya politik kita diapresiasi, paling aman sedunia dan mudah-mudahan 2019 pun berlangsung dengan baik jadi stabilitas tetap terjaga," ucap Hoesen,

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), laju IHSG tercatat meningkat secara year on year (yoy). Rinciannya, pada pilpres 2014 IHSG menguat 44,56 persen ke level 1.000, kemudian pada 2009 melonjak 86,98 persen ke level 2.534, dan pada 2014 lalu naik 22,29 persen ke level 5.226. (agi/agi)