Hal itu terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di teritori positif pada sore ini dengan penguatan sebesar 0,19 persen atau 11,91 poin ke level 6.077.
"Sedikit banyak ada pengaruhnya, tapi saya ekspektasinya lebih tinggi dari posisi saat ini. Ekspektasi saya bisa sampai lebih dari 6.100," terang Analis Henan Putihrai Liza C Suryananta kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Liza, pelaku pasar berharap presiden dan wakil presiden periode selanjutnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik dari posisi saat ini.
"Sepertinya pasar lebih menyukai Jokowi, tapi cita-cita Jokowi pertumbuhan ekonomi tujuh persen itu berat," tutur Liza.
Meski begitu, Liza meyakini pelaku pasar tetap lebih optimis dengan langkah Jokowi dalam menerapkan upaya pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan kubu Prabowo-Sandiaga.
Di sisi lain, pelaku pasar asing justru ramai-ramai keluar dari pasar asing sehingga tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp473,48 miliar.
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya pergerakan IHSG hari ini tak dipengaruhi oleh sentimen politik berupa calon presiden dan wakil presiden 2019.
"Secara logika pilpres tak berdampak ke IHSG," tutur Dennies.
Sepanjang hari ini, kata Dennies, pelaku pasar menanti data neraca pembayaran Juli 2018 yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia (BI). (agi)