Sambut Capres-Cawapres, IHSG Tutup Pekan di Zona Hijau

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 16:46 WIB
Sambut Capres-Cawapres, IHSG Tutup Pekan di Zona Hijau Ilustrasi harga saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaku pasar merespons positif pendaftaran pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden pada pemilihan presiden (pilpres) 2019 hari ini, Jumat (10/8).

Hal itu terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di teritori positif pada sore ini dengan penguatan sebesar 0,19 persen atau 11,91 poin ke level 6.077.

"Sedikit banyak ada pengaruhnya, tapi saya ekspektasinya lebih tinggi dari posisi saat ini. Ekspektasi saya bisa sampai lebih dari 6.100," terang Analis Henan Putihrai Liza C Suryananta kepada CNNIndonesia.com.


Seperti diketahui, kubu Jokowi-Ma'aruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mendaftarkan pencalonannya di Kantor Pemilihan Umum (KPU).


Menurut Liza, pelaku pasar berharap presiden dan wakil presiden periode selanjutnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik dari posisi saat ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada semester I 2018 sebesar 5,17 persen dan khusus kuartal II 2018 mencapai 5,27 persen.

"Sepertinya pasar lebih menyukai Jokowi, tapi cita-cita Jokowi pertumbuhan ekonomi tujuh persen itu berat," tutur Liza.

Meski begitu, Liza meyakini pelaku pasar tetap lebih optimis dengan langkah Jokowi dalam menerapkan upaya pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan kubu Prabowo-Sandiaga.


Di sisi lain, pelaku pasar asing justru ramai-ramai keluar dari pasar asing sehingga tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp473,48 miliar.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memiliki pendapat yang berbeda. Menurutnya pergerakan IHSG hari ini tak dipengaruhi oleh sentimen politik berupa calon presiden dan wakil presiden 2019.

"Secara logika pilpres tak berdampak ke IHSG," tutur Dennies.

Sepanjang hari ini, kata Dennies, pelaku pasar menanti data neraca pembayaran Juli 2018 yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia (BI). (agi/agi)