Kementerian PUPR Tuntaskan Tahap I PLBN Entikong

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 04:20 WIB
Kementerian PUPR Tuntaskan Tahap I PLBN Entikong Ilustrasi. (Detikcom/Ardan Adhi Chandra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan pembangunan tahap I tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Kalimantan Barat.

Saat ini, pembangunan tahap kedua dilakukan, yakni berupa pengembangan Zona Sub Inti dan Pendukung Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Dalam keterangan resminya, Minggu (19/8), Kementerian PUPR menyebut pembangunan kawasan perbatasan tidak hanya mencakup pos lintas batas saja.

Adapula pembangunan jalan paralel perbatasan, jalan akses menuju pos lintas batas, dan pengembangan infrastruktur permukiman di kawasan perbatasan, seperti pembangunan jalan lingkungan, drainase, pengelolaan sampah, dan air minum.


Hal ini disebut sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan menjadikan PLBN sebagai beranda depan Indonesia.

"Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sejumlah kendaraan roda empat melintasi perbatasan Indonesia-Mayalsia di Pos Lintas Batas Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, 2015.Sejumlah kendaraan roda empat melintasi perbatasan Indonesia-Mayalsia di Pos Lintas Batas Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat, 2015. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Di samping itu, Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pelebaran dan perbaikan jalan sepanjang 42 kilometer dari Batas Serawak-Entikong-Balai Karangan-Kembayan.

Pelebaran jalan dilakukan dari 6 meter menjadi 7,5 meter sesuai dengan standar jalan nasional. Progres hingga saat ini sepanjang 40,70 kilometer sudah teraspal.

Sementara itu, dari total 42 kilometer, sepanjang 4,8 kilometer dilakukan penambahan jalan menjadi 4 lajur dari arah PLBN. Dari jumlah itu, 3,10 kilometer lahan sudah dikerjakan dan 2,35 km sudah teraspal.

Total kontrak pelebaran jalan tersebut sebesar Rp449 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya-Istaka Karya-Daya Mulia Turangga (KSO). Pekerjaan yang dimulai sejak 2015 tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Selain itu, kementerian juga mengembangkan infrastruktur permukiman di kawasan Entikong, terutama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 90 liter per detik untuk melayani 2.850 sambungan rumah, pengadaan dan pemasangan septictank komunal sebanyak 38 unit.

(arh)