Angka ini lebih rendah dibandingkan Juli 2018 yang mencapai 0,41 persen, meski meningkat tipis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Tercatat, inflasi inti Juni sebesar 0,24 persen, Mei 0,21 persen, April 0,15 persen, Maret 0,19 persen, dan Februari 0,26 persen.
"Rasanya 0,3 persen ini masih lumayan oke, walau sedikit lebih tinggi dari biasanya," ucap Darmin di kantornya, Senin (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, kurs rupiah tengah meroket dalam sebulan terakhir ini. Lebih lanjut, ia juga belum bisa memberi analisa apakah nantinya pelemahan rupiah yang tengah berada di kisaran Rp14.700 per dolar AS akan kembali memberi tekanan ke inflasi melalui inflasi inti.
Meski begitu, inflasi inti sebenarnya memberi sumbangan tertinggi pada inflasi Agustus 2018. Sumbangannya mencapai 0,18 persen dengan inflasi mencapai 0,3 persen.
Sedangkan inflasi dari komponen gejolak harga pangan (volatile foods) dan harga yang diatur pemerintah (administered price) justru menyumbang deflasi masing-masing 0,22 persen dan 0,01 persen. Keduanya mengalami deflasi 1,24 persen dan 0,06 persen.
Secara keseluruhan, IHK Agustus 2018 deflasi 0,05 persen secara bulanan. Inflasi secara tahun berjalan sebesar 2,13 persen dan secara tahunan sebesar 3,2 persen.
Lihat juga:BPS: Agustus, Deflasi 0,05 persen |