Harga Sabun dan Kosmetik Impor Bakal 'Melejit'

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 18:57 WIB
Harga Sabun dan Kosmetik Impor Bakal 'Melejit' Ilustrasi kosmetik impor. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sabun, sampo, dan kosmetik termasuk dalam 1.147 jenis barang yang mengalami kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) impor. Kenaikan pajaknya bahkan termasuk yang paling tinggi, yakni dari 2,5 persen menjadi 10 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kenaikan PPh 22 dari 2,5 persen menjadi 10 persen dilakukan pada seluruh barang konsumsi yang sebagian besar telah diproduksi di dalam negeri. Jumlahnya mencapai 218 jenis barang.

Ia mencontohkan 218 jenis barang tersebut, antara lain mencakup barang keperluan sehari-hari seperti sabun, sampo, dan kosmetik, serta barang elektronik seperti dispenser air, pendingin udara, dan lampu.



"Produk impor nanti jadi semakin mahal. Selain karena depresiasi juga kenaikan tarif PPh, perbedaan dengan harga sebelumnya bisa 15-20 persen. Dengan ini, kami harap industri dalam negeri bisa mengganti barang impor. Ini keberpihakan ke industri dalam negeri," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (5/9).

Ia menyebut kenaikan pajak juga dilakukan pada 719 jenis barang impor dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen. Jenis barang ini digunakan dalam proses konsumsi dan keperluan lainnya. Barang tersebut, antara lain keramik, peralatan elektronik audio-visual seperti kabel dan box speaker, serta produk tekstil.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengerek pajak pada 210 jenis barang yang tergolong dalam kategori mewah.
Harga Sabun dan Kosmetik Impor Bakal 'Melejit'Daftar kenaikan harga barang impor (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Pemerintah mencatat total impor 1.147 jenis barang tersebut pada tahun lalu mencapai US$6,6 miliar. Adapun sejak awal tahun ini hingga Agustus, total impornya mencapai US$5 miliar dan diperkirakan bakal membengkak jika tak dilakukan penyesuaian pajak.

(agi)