Jokowi Sebut Dirinya Avengers Hadapi 'Infinity War'

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 12/09/2018 18:45 WIB
Jokowi Sebut Dirinya Avengers Hadapi 'Infinity War' Presiden Joko Widodo menganalogikan dirinya dan para menteri seperti Avengers dan menghadapi ekonomi global seperti film 'Infinity War'. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai cara unik untuk melukiskan kondisi ekonomi global saat ini. Ia menganalogikan kondisi ekonomi global saat ini sama dengan keadaan yang tergambar dalam Film Avengers: Infinity War.

Jokowi mengatakan kondisi ekonomi global saat ini sedang menuju perang tak terbatas atau infinity war, salah satu seri Film Avengers yang dirilis beberapa waktu lalu. Ia dan para menteri-nya merupakan Avengers. Ia bercerita ada Thanos, sosok yang mengancam memusnahkan setengah populasi bumi did alam film tersebut.

"Thanos ingin memusnahkan setengah populasi di bumi karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas," katanya seperti dikutip dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu (12/9).


Jokowi mengatakan sosok Thanos dalam ekonomi dunia saat ini bukan seorang individu. Ia merupakan sebuah kepercayaan salah; demi keberhasilan yang lain harus mengalah.


"Perang tak terbatas bukan hanya tentang perang dagang, namun tentang kita semua kembali belajar pada sejarah, melalui kreativitas, energi, kolaborasi dan kemitraan, manusia dapat menikmati 'kelimpahan', dan kita bisa menghasilkan bukan 'perang yang tak terbatas' melainkan 'sumber yang tak terbatas'," tutur dia.

Di dalam film, kata Jokowi, Avengers saat itu bersatu dan berusaha menggagalkan usaha Thanos memusnahkan setengah populasi dunia. Menurutnya, hal itu yang tengah ia lakukan bersama rekan-rekannya.

Jokowi menyatakan sesungguhnya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas, seperti perkembangan teknologi telah menghasilkan peningkatan efisiensi bahkan memperbanyak sumber daya lebih banyak dari sebelumnya.

"Penelitian ilmiah membuktikan, ekonomi sekarang lebih 'ringan' dalam hal berat fisik dan volume fisik. Dalam 12 tahun terakhir, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar music, buku, surat kabar, dan majalah telah tergantikan ringannya ponsel pintar dan tablet," katanya.


Ia juga mencontohkan besar dan beratnya pembangkit listrik berbahan bakar batubara kini digantikan panel surya yang tipis dan ringan.

Jokowi juga berpendapat kini saatnya peningkatan ekonomi didorong bukan lagi dari sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia yang tidak terbatas.

Indonesia, khususnya para generasi muda, sekarang sedang menggerakkan transformasi e-Commerce dan ekonomi digital.

"Saat ini, Indonesia telah memiliki empat 'Unicorn' atau perusahaan start up dengan nilai miliaran dolar, sama dengan jumlah 'Unicorn' di gabungan 28 negara di Uni Eropa," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sumber daya manusia, menurut Jokowi, turut mendorong revolusi industri keempat atau Revolusi Industri 4.0 yang bisa menciptakan banyak lapangan kerja serta meningkatkan kesetaraan.



(agt/bir)