BTN Rilis Indeks Harga Properti, Klaim Paling Akurat

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 12:28 WIB
BTN Rilis Indeks Harga Properti, Klaim Paling Akurat Ilustrasi proyek properti. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN merilis indeks harga properti jenis perumahan, House Price Index (HPI) yang dapat menjadi acuan perkembangan harga jual-beli rumah bagi pengembang (developer) dan konsumen.

Direktur Utama BTN Maryono mengklaim HPI merupakan indeks perkembangan harga 'terakurat' karena indikator yang digunakan jauh lebih luas dibandingkan indeks yang pernah dikeluarkan sebelumnya.

Ia bilang, indeks ini tak hanya menggunakan data penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari BTN di seluruh Indonesia. Namun, turut memperhitungkan data karakteristik rumah, seperti luas, kualitas bangunan, posisi dan lokasi rumah, harga beli dan jual, hingga fasilitas umum dan sosial yang ada di sekitar rumah.


Selain itu, indeks ini juga memperhitungkan pertumbuhan nilai rumah dengan membandingkan harga dua atau lebih dari rumah yang berbeda tetapi memiliki karakteristik dan kualitas yang sama.


Bahkan, menurutnya, indeks harga rumah yang dikeluarkan BTN ini jauh lebih rinci dari indeks harga yang digunakan Bank Indonesia (BI), yaitu harga perumahan yang berasal dari listing para pengembang. Sedangkan BTN menggunakan harga yang ada di tangan konsumen.

"Jadi HPI ini sesuai dengan kondisi riil di lapangan," ujar Maryono di kantornya, Kamis (13/9).

Meski begitu, Maryono bilang, kehadiran indeks ini bukan untuk menyaingi indikator harga lain yang dikeluarkan oleh bank atau institusi lain. Kehadiran HPI diharapkan bisa digunakan antar institusi untuk meningkatkan pertumbuhan di sektor perumahan.


Menurutnya, HPI ini sangat tepat digunakan pemerintah untuk turut mengukur pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang lebih rinci dari sektor perumahan, termasuk untuk mengantisipasi terjadinya bubble economy.

Lalu, bagi bank, kehadiran indeks ini diharapkan bisa jadi salah satu acuan baru untuk menentukan plafon fasilitas KPR ke depan. Sementara bagi pengembang, diharapkan bisa jadi acuan untuk penentuan harga properti di pasaran ke depan.

"Sedangkan bagi konsumen, tentu bisa mendapat informasi yang valid mengenai harga rumah, baik untuk hunian hingga investasi," pungkasnya. (agi/agi)