EDUKASI KEUANGAN

Cermat Pilih Layanan Perbankan Digital ala Generasi Millenial

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Sabtu, 15/09/2018 14:58 WIB
Cermat Pilih Layanan Perbankan Digital ala Generasi Millenial Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring perkembangan  teknologi, generasi milenial menuntut segala sesuatu bisa dilakukan dengan cepat, mudah dan praktis. Industri perbankan menjawab kebutuhan tersebut dengan meluncurkan layanan perbankan digital.

Saat ini, hampir setiap bank menawarkan layanan perbankan digital seperti Jenius keluaran PT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk (BTPN), digibank by DBS (PT Bank DBS Indonesia), PermataMobile X (PT Bank Permata Tbk), GoMobile by CIMB Niaga, Mandiri Mobile (PT Bank Mandiri Tbk), BNI Mobile (PT Bank Negara Indonesia Tbk), dan banyak lagi. Dengan layanan tersebut, nasabah bisa menikmati layanan perbankan dengan lebih mudah, tanpa harus ke bank.

Pada prinsipnya, layanan perbankan digital hampir sama dengan layanan perbankan nondigital. Hanya saja, nasabah bisa lebih mudah mengakses layanan karena bisa melalui aplikasi telepon pintar (smartphone).


Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad mengungkapkan sebelum memilih layanan perbankan digital, nasabah harus menyesuaikan dengan kebutuhannya. Apakah hanya sekedar untuk melihat saldo tabungan dan histori transaksi atau digunakan nasabah untuk transfer dana, pengelolaan pembayaran tagihan, berbelanja, hingga dompet digital.

"Sama seperti kartu kredit, setiap bank juga menawarkan kartu kredit, tetapi yang banyak promo makanan di bank A, yang untuk banyak pembelian elektronik di bank B. Jadi, cenderung sesuai kebutuhan masing-masing orang ," ujar Tejassari saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (14/9).


Sebelum memilih layanan perbankan digital, nasabah perlu jeli memperhatikan biaya transaksi agar pengalaman menggunakan layanan semakin optimal. Pasalnya kemudahan yang ditawarkan tak semuanya gratis.

Dalam catatan CNNIndonesia.com, terdapat sejumlah biaya yang ditanggung oleh pengguna. Pertama, biaya administrasi bulanan. Tabungan di bank biasanya membebankan biaya administrasi dan layanan ATM bulanan kepada nasabahnya.

Nilainya tergantung jenis tabungan. Rata-rata besarannya berkisar Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per bulan. Namun, sejumlah layanan perbankan digital berani menawarkan fasilitas bebas biaya bulanan seperti Jenius dan digibank by DBS.

Kedua, biaya tarik tunai di ATM. Biasanya, jika nasabah menarik uang tunai dari ATM bank yang berbeda, nasabah akan dikenakan biaya transaksi yang berkisar Rp4 ribu hingga Rp25.000 per transaksi.

Sejumlah bank digital menawarkan pembebasan biaya tersebut. Ada yang tidak dibatasi seperti digibank by DBS. Ada yang frekuensinya dibatasi seperti yang dilakukan oleh Jenius. Pengguna Jenius dapat menikmati layanan penarikan uang tunai bebas biaya transaksi maksimal 25 kali.
Optimal Memanfaatkan Layanan Perbankan Digital bagi MilenialAplikasi Jenius. (CNN Indonesia/Christine Nababan)
Ketiga, biaya transfer antarbank. Biaya transfer antarbank normalnya berkisar Rp4 ribu hingga Rp6.500 per transaksi. Jenius dan digibank by DBS memberikan penawaran fasilitas gratis transfer ke bank manapun.

Sementara, layanan digital perbankan dari bank-bank umum biasanya mengenakan biaya transfer sama seperti transaksi melalui ATM dan offline.

Keempat, biaya pembayaran tagihan kepada pihak ketiga. Saat membayar tagihan dari pihak ketiga seperti telepon, listrik, TV kabel, asurans, kartu kredit, online, hingga iuran BPJS Ketenagakerjaan, biasanya bank membebankan biaya administrasi.


Misalnya, Bank Permata mengenakan biaya Rp1.500 per transaksi untuk pembelian pulsa Telkomsel melalui PermataMobileX namun membebaskan biaya transaksi untuk pembelian tiket pesawat dan pembayaran asuransi.
Selain biaya, lanjut Tejassari, nasabah juga perlu mempertimbangkan bunga simpanan yang kompetitif. Karena operasional lebih efisien, bank digital bisa memberikan bunga yang lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional.


Berdasarkan situs resmi layanan, CNNIndonesia.com mencatat pengguna digibank by DBS bisa mendapatkan bunga simpanan sebesar tiga persen per tahun dan Jenius lima persen per tahun. Bunga akan semakin tinggi jika dana disimpan dalam bentuk deposito.

Namun, kebanyakan kebanyakan simpanan yang bisa diakses melalui layanan digital perbankan, bunganya menyesuaikan dengan bunga perbankan konvensional. Misalnya, layanan aplikasi perbankan digital Permatamobile X, Go Mobile CIMB Niaga, Mobile Banking BCA, BNI mobile. Pasalnya, saldo tersebut merupakan saldo akun rekening perbankan terkait.

Tak kalah penting, lanjut Tejassari, nasabah juga perlu memperhatikan program promo yang ditawarkan oleh penyedia layanan digital perbankan agar pengalaman semakin optimal. Misalnya, program diskon jika melakukan transaksi pembayaran di merchant-merchant yang bekerja sama dengan bank terkait.
Terakhir, kemudahan bertransaksi melalui aplikasi serta fitur aplikasi yang sesuai kebutuhan juga tak kalah penting. Jangan sampai memiliki aplikasi perbankan digital tetapi tidak nyaman untuk digunakan.
Senada dengan Tejassari, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho juga menilai layanan perbankan digital yang terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.


Seseorang yang sering mengirimkan uang, mungkin menginginkan aplikasi yang menawarkan layanan pengiriman uang yang mumpuni, tidak hanya ke rekening perbankan tetapi bisa langsung ke nomor telepon tertentu.

Kemudian, seseorang yang memiliki portofolio investasi keuangan mungkin lebih cocok menggunakan aplikasi yang memiliki fitur pembelian saham, reksa dana dan obligasi secara online.
Akun perbankan utama nasabah juga menjadi faktor pertimbangan dalam memilih aplikasi layanan perbankan digital. Jika akun bank yang sering digunakan sama dengan bank pemilik aplikasi yang digunakan, nasabah dapat mengoptimalkan efiensi dalam melakukan transaksi dari akun terkait.

Lebih lanjut, Andi mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam bertransaksi. Pasalnya, kemudahan dan promo yang ditawarkan oleh layanan perbankan digital bisa mendorong masyarakat menjadi lebih konsumtif.

"Kuncinya adalah kita bisa mengendalikan diri, mana yang penting dan kurang penting, mana yang mendesak dan tidak mendesak," tutupnya.

(agt/agt)