EDUKASI KEUANGAN

Siapkan Dana Liburan agar Tak Mendadak 'Miskin'

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Sabtu, 18/08/2018 10:50 WIB
Siapkan Dana Liburan agar Tak Mendadak 'Miskin' Ilustrasi perjalanan. (Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jadwal libur panjang di akhir pekan kadang membuat sebagian dari Anda mengambil keputusan impulsif. Rutinitas kerja yang monoton memicu keinginan rehat sejenak dan berlibur melepas penat.

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menilai, idealnya, rencana liburan sudah dibuat dari jauh-jauh hari. Bagi Anda yang memiliki kondisi keuangan cekak sebaiknya tunda keinginan berlibur.

Andi mengingatkan bahwa akan jauh lebih ringan jika setiap bulan Anda telah menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan tak terduga. Dengan demikian, kondisi keuangan Anda tidak akan terganggu oleh pengeluaran yang tiba-tiba.


"Di awal, ketika punya penghasilan, selalu sisihkan untuk liburan atau senang-senang yaitu sekitar 10 persen dari penghasilan. Jadi, terpakai atau tidak terpakai sisihkan saja dahulu," ujar Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (16/8).

Namun, Andi menyadari bahwa keinginan untuk berlibur terkadang sulit dibendung. Untuk itu Andi menyarankan untuk memangkas anggaran kebutuhan sehari-hari.


"Konsekuensi, pos yang dananya diambil berkurang. Misalnya, demi liburan pengeluaran untuk nonton distop dulu," ujarnya.

Anda juga bisa menggesek kartu kredit untuk membeli tiket dan memesan hotel. Risikonya, tagihan kartu kredit Anda bulan depan akan membengkak.

"Sebisa mungkin, waktu jatuh tempo pembayaran, Anda lunasi agar tidak bunga berbunga," ujarnya.

Senada dengan Andi, Perencana Keuangan Tatadana Consulting Tejasari Assad menyarankan untuk menggunakan dana tabungan jika ingin berlibur dadakan.

Menurut Tejasari, sebaiknya Anda tidak menumpuk utang demi kesenangan sesaat.


"Jangan berutang supaya setelah pulang dari liburan, senang-senang, pulangnya tidak pusing," ujarnya.

Kendati demikian, jika terpaksa, fasilitas kartu kredit bisa dimanfaatkan. Dengan catatan, Anda yakin bahwa Anda dapat segera melunasinya pada saat jatuh tempo. Terlebih, biasanya kartu kredit memberikan banyak promo.

"Sekarang banyak tawaran dari kartu kredit sehingga itu membuat banyak yang berutang dan bayarnya nanti-nanti," ujarnya.

Lebih lanjut, Tejasari menyarankan untuk menghindari meminjam dari layanan pinjaman tanpa agunan demi membiayai liburan meski persyaratannya ringan. Pasalnya, layanan tersebut biasanya mematok bunga tinggi yang biasanya lebih tinggi dari bunga Kredit Tanpa Agunan (KTA) perbankan.

"Kalau kita tidak bisa melunasi dengan cepat, kita akan seperti kena rentenir. Bunganya tinggi dan menagihnya galak," pungkasnya. (agi/agi)