Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Mata Uang Negara Asia

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 17:01 WIB
Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Mata Uang Negara Asia Ilustrasi nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.875 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore ini, Rabu (19/9). Posisi ini melemah 20 poin atau 0,13 persen dari posisi penutupan kemarin di Rp14.855 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.896 per dolar AS atau menguat dari posisi kemarin Rp14.908 per dolar AS.

Bersama rupiah, beberapa mata uang di kawasan Asia turut melemah di hadapan dolar AS, seperti dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia yang masing-masing minus 0,02 persen dan 0,01 persen.



Namun, mayoritas mata uang lainnya justru menguat dari dolar AS. Yen Jepang menguat 0,02 persen, peso Filipina 0,06 persen, renminbi China 0,13 persen, dolar Singapura 0,15 persen, won Korea Selatan 0,22 persen, rupee India 0,26 persen, dan baht Thailand 0,41 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang berhasil berada di zona hijau. Dolar Kanada 0,17 persen, poundsterling Inggris 0,22 persen, euro Eropa 0,25 persen, dolar Australia 0,43 persen, dan rubel Rusia 0,5 persen. Hanya franc Swiss yang melemah 0,15 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan rupiah memang melemah hari ini, namun ia melihat pelemahan mata uang Garuda cenderung stabil. Hal ini, menurutnya, karena pergerakan dolar AS yang tak begitu bertenaga.


Penyebabnya, karena China akhirnya mengumumkan balasan tarif bea masuk impor untuk produk asal AS senilai US$60 miliar. Balasan ini menanggapi kebijakan tarif bea masuk impor dari AS sebesar 10 persen untuk produk asal China dengan nilai sebesar US$200 miliar.

"Semenjak eskalasi perang dagang itu, dolar AS bergerak cenderung melemah," ujar Dini kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/9).

Meski pelemahan itu bersifat terbatas dan belum berpengaruh penuh pada pergerakan rupiah, Dini menilai kondisi ini memberi peluang bagi rupiah untuk stabil dalam beberapa hari ke depan. (uli/agi)