Terus Menguat, Rupiah Dekati Rp14.800 per Dolar AS

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 17:34 WIB
Terus Menguat, Rupiah Dekati Rp14.800 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.806 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Jumat (14/9). Posisi ini menguat 34 poin atau 0,23 persen dari level rupiah sore kemarin, Kamis (13/9) di Rp14.840 per dolar AS.

Namun sebaliknya, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) justru menempatkan rupiah di posisi Rp14.835 per dolar AS atau melemah dari level kemarin di Rp14.794 per dolar AS.

Sejalan dengan rupiah, mayoritas mata uang Asia kompak menguat dari dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,5 persen, rupee India 0,36 prsen, peso Filipina 0,21 persen, baht Thailand 0,17 persen, ringgit Malaysia 0,15 persen, yen Jepang 0,09 persen, dan dolar Singapura 0,08 persen. Hanya renminbi China yang melemah 0,14 persen dari mata uang Negeri Paman Sam.

Begitu pula dengan mayoritas mata uang utama negara maju yang berhasil menetap di zona hijau. Poundsterling Inggris menguat 0,12 persen, dolar Australia 0,12 persen, franc Swiss 0,11 persen, dan euro Eropa 0,05 persen. Meski begitu, dolar Kanada dan rubel Rusia justru melemah 0,03 persen dan 0,26 persen.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan penguatan rupiah hari ini masih didorong oleh data inflasi AS pada Agustus 2018 yang tak sesuai ekspektasi pasar. Inflasi berada di angka 0,2 persen secara bulanan atau lebih lambat dari ekspektasi pasar di angka 0,3 persen.

"Fokusnya masih karena data ekonomi AS. Ini memperlihatkan fundamental ekonomi mereka yang sedang tidak begitu bagus," ucapnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/9).

Hal itu, sambungnya, langsung ampuh melemahkan pergerakan dolar AS dari mata uang lainnya, termasuk rupiah. Bahkan, ia memproyeksi sentimen ini berpeluang terus berlanjut hingga pekan depan. Apalagi, bila data penjualan ritel AS yang akan dirilis malam ini juga menunjukkan penurunan.

"Istilahnya, semakin sempurna bagi investor dolar AS melihat fundamental ekonomi AS yang tak sesuai estimasi. Pekan depan, diperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp14.740-14.850 per dolar AS, dengan catatan perang dagang tidak memanas lagi," pungkasnya. 



(agt/agt)