Bank Indonesia Pede Rupiah Bakal Menguat Berkat Tiga Faktor

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 23/09/2018 12:08 WIB
Bank Indonesia Pede Rupiah Bakal Menguat Berkat Tiga Faktor Ilustrasi nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah bakal bergerak stabil dengan kecenderungan menguat dalam beberapa waktu ke depan.

Gubernur BI Perry Wardjiyo mengungkapkan terdapat tiga hal yang akan memperkuat rupiah. Pertama, risiko di pasar keuangan global telah mereda, terutama terkait dengan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Sekarang, banyak investor global termasuk fund manager besar melihat bahwa perang perdagangan ini tidak berdampak baik, bahkan terhadap perekonomian Amerika," ujar Perry di kompleks perkantoran BI, Jumat (21/9).


Akibatnya, lanjut Perry, dana yang tadinya keluar mulai masuk kembali ke negara berkembang, termasuk Indonesia.


"Semoga minggu depan, kalau ada lelang Surat Berharga Negara (SBN), ada aliran modal masuk ke SBN besar. Sejauh ini (modal) yang masuk ke SBN belum terlalu besar," jelasnya.

Kedua, kurs rupiah juga ditopang oleh kuatnya kepercayaan investor, baik domestik dan global, terhadap kebijakan pemerintah dan bank sentral.

"Kalau kami komunikasi dengan investor besar di Singapura, London, New York kepercayaan mereka terhadap perekonomian Indonesia itu kuat apalagi melihat kebijakan-kebijakan yang ditempuh Indonesia," ujarnya.

Ia mencontohkan kebijakan yang ditempuh untuk memperdalam pasar keuangan dan menurunkan defisit transaksi berjalan. Kebijakan tersebut dianggap kredibel sehingga kian menandakan kondisi Indonesia berbeda dengan negara berkembang lain.


Ketiga, eksportir Indonesia kini juga semakin banyak yang menukar devisa hasil ekspornya (DHE) ke pasar. Kondisi ini menambah suplai valuta asing (valas) di pasar. Ia juga mengapresiasi upaya pengusaha dari Jawa Timur yang kemarin menukar dolar AS milikinya senilai US$50 juta ke rupiah.

"Saya mengajak pengusaha untuk semakin banyak menjual valasnya di pasar sehingga rupiah semakin stabil," ujarnya.

Perry juga meyakinkan bahwa fundamental perekonomian domestik masih kuat . Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi, termasuk konsumsi dan investasi.

"Tekanan dari global ini kalau dihadapi bersama oleh pemerintah,BI, dan pengusaha akan memperkuat stabilitas dan perekonomian ke depan," pungkasnya. (sfr/agi)