BI Perkirakan Defisit Neraca Dagang Agustus di Bawah US$2 M

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 19:11 WIB
BI Perkirakan Defisit Neraca Dagang Agustus di Bawah US$2 M Ilustrasi ekspor impor. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit neraca dagang pada Agustus akan mengecil. Deputi Gubernur BI Dody Waluyo memperkirakan defisit akan berada di bawah US$2 miliar.

Penurunan angka defisit tersebut kata Dody disebabkan oleh berkurangnya tekanan impor, terutama barang modal. Hal tersebut, tak lepas dari  kebijakan pengendalian impor yang dilakukan pemerintah belakangan ini.

"Untuk (defisit neraca perdagangan) Agustus kami belum mendapatkan angka meskipun demikian, kami sudah ada gambaran positif. Kalau seandainya defisit, nanti akan lebih kecil dari US$2 miliar yang di bulan sebelumnya," ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di kompleks perkantoran BI, Jumat (14/9).

Neraca dagang Juli mengalami defisit. Data Badan Pusat Statistik (BPS) bulan tersebut defisit mencapai US$2,03 miliar. 


Untuk mengatasi defisit yang telah terjadi semenjak awal tahun, pemerintah memutuskan untuk mengerem impor. Upaya tersebut dilakukan dengan menaikkan tarif PPh impor untuk barang konsumsi dan menerapkan perluasan kebijakan pencampuran biodiesel 20 persen pada minyak solar (B20). 

Dody yakin dalam waktu dekat akan membalikkan kondisi neraca dagang yang defisit menjadi surplus. Senada dengan Dody, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira defisit neraca perdagangan Agustus akan mengecil dibandingkan Juli.

Penurunan dipicu oleh pengaruh libur panjang lebaran dan sekolah yang usai. "Juni itu kan liburnya panjang. Setelah libur panjang, biasanya pengusaha akan melakukan impor bahan baku dan barang modal lagi. Kalau Agustus akan terjadi normalisasi neraca perdagangan," ujarnya.

Merkipun berpotensi mengecil, Bhima mengatakan pemerintah tetap harus waspada. Kewaspadaan harus mereka tujukan pada tekanan dari defisit neraca migas yang terjadi akibat kenaikan harga minyak dan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Lebih lanjut, Bhima memperkirakan defisit neraca perdagangan Agustus 2018 akan berkisar US$1,1 miliar hingga US$1,4 miliar.
(agt/agt)