Darmin Harap Perang Dagang Berhenti Agar Ekspor RI Membaik

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 15:07 WIB
Darmin Harap Perang Dagang Berhenti Agar Ekspor RI Membaik Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution berharap gejolak ekonomi global dan perang dagang berakhir supaya Indonesia bisa fokus menggenjot investasi dan ekspor. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution berharap kondisi ekonomi global segera pulih. Ia juga berharap perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan China segera berakhir.

Darmin mengatakan berhentinya dua masalah tersebut bisa berdampak positif bagi ekonomi dalam negeri. Pemerintah bisa lebih fokus dalam menggenjot kinerja investasi dan ekspor sehingga ekonomi dalam negeri tak lagi hanya bergantung pada konsumsi domestik. 

Pasalnya, kalau hanya bertumpu pada konsumsi domestik, Darmin mengatakan ekonomi Indonesia akan sulit beranjak. "Kalau fokus dari dalam negeri, ekonomi hanya akan bergerak 5,1-5,2 persen, susah mencapai 5,5 persen atau lebih karena dinamika di dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan cukup lambat," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/9).



Darmin mengatakan sebenarnya harapan pemulihan ekonomi global beberapa waktu belakangan ini sudah mulai muncul. Ekonomi dunia sudah mulai membaik. 

Tren perbaikan terlihat dari kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS). Tren kenaikan juga terlihat dari pertumbuhan ekonomi dunia 2017 yang sudah berhasil mencapai 3,15 persen atau lebih tinggi dari ekspektasi Bank Dunia yang hanya 2,7 persen.

Tapi, harapan tersebut mendapatkan ganjalan dari perang dagang yang berkecamuk antara AS dan China. Situasi tersebut membuat Indonesia kesulitan untuk menggenjot ekspor dan investasi.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai 5,27 persen. Pertumbuhan tersebut sebagian besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang kontribusinya mencapai 55,43 persen. 

Pertumbuhan ekonomi kuartal II tersebut lebih tinggi dibanding tiga bulan pertama 2018 yang hanya mencapai 5,07 persen. Meskipun demikian, pertumbuhan tersebut jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. 

Dalam RPJMN, pemerintah menargetkan ekonomi 2017 bisa tumbuh 7,1 persen. Sementara itu, 2018 ekonomi ditargetkan tumbuh 7,4 persen. 

(glh/agt)