Menhub Ancang-ancang Berlakukan Ganjil-Genap di Bali

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 23/09/2018 13:23 WIB
Menhub Ancang-ancang Berlakukan Ganjil-Genap di Bali Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berniat memberlakukan sistem kendaraan ganjil-genap di Bali, saat pertemuan IMF-World Bank Meeting Oktober 2018 nanti. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berancang-ancang memberlakukan pembatasan kendaraan bernomor polisi ganjil-genap di Bali, saat pertemuan IMF-World Bank Meeting Oktober 2018 mendatang. Hal ini dilakukan demi mengurangi kemacetan.

"Kemungkinan sekali ganjil-genap diberlakukan. Sedang kami kaji dalam beberapa hari ini untuk memastikannya," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengutip Antara, Minggu (23/3).

Belajar dari pengalaman pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta yang berjalan efektif, ia menyebut kemungkinan pemberlakuan ganjil-genap di sejumlah lokasi jalan sekitar pertemuan IMF-World Bank di Bali. Menurutnya, selama ini, kemacetan di Bali cukup parah.


Pertemuan IMF-World Bank, lanjut Budi Karya, merupakan kegiatan prestisius bagi Indonesia di mata internasional. Sehingga, segala upaya akan dilakukan agar semua bisa berjalan baik dan lancar. Hal itu untuk memberikan kesan positif bagi peserta yang jumlahnya mencapai ribuan orang.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam memperlancar kegiatan internasional itu, antara lain dengan peresmian jembatan bawah tanah dekat persimpangan Bandara I Gusti Ngurah Rai, yang selama ini selalu terjadi kemacetan parah.

"Tentunya kalau pertemuan ini berjalan lancar dan peserta memberikan apresiasi, maka pada akhirnya banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Bali dan akhirnya bisa mendorong perekonomian setempat," katanya.


Menhub mengatakan pemberlakuan plat kendaraan ganjil-genap harus dikaji secara matang karena kesiapan dan sikap masing-masing masyarakat berbeda dengan peraturan tersebut.

Ia menilai, di Jakarta walaupun masyarakatnya beragam, tapi proses edukasi lebih mudah, sementara masyarakat di daerah membutuhkan proses yang lebih panjang.

"Sekali lagi kami akan kaji lebih dalam penerapan ganjil-genap di Bali apakah sangat memungkinkan atau tidak diberlakukan saat pertemuan IMF-Bank Dunia," tutur dia.


Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi bilang sejumlah kota besar saat ini juga mengalami kemacetan parah. Pemerintah Pusat mendorong pemerintah daerah untuk bisa menerapkan ketentuan pelat nomor ganjil-genap untuk mengurangi kemacetan.

Dari hasil kunjungan ke sejumlah daerah, beberapa kepala daerah juga kesulitan mengatasi kemacetan di kotanya masing-masing akibat pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat, sementara tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan raya.

Dari hasil pelaksanaan ganjil-genap saat Asian Games 2018, katanya, dampaknya positif bagi pengguna jalan. Kecepatan rata-rata di ruas jalan naik sebesar 44,08 persen, sementara di ruas jalan alternatif rata-rata naik 2,17 persen.


Sementara, jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan yang diberlakukan ganjil-genap rata-rata turun 20,37 persen dan di ruas jalan alternatif rata-rata naik 6,48 persen.

Demikian juga jumlah penumpang angkutan umum setelah perluasan kawasan ganjil-genap yang disebut ikut meningkat.

Untuk penumpang Transjabodetabek premium rata-rata naik 46,8 persen, penumpang Transjakarta rata-rata naik 40,21 persen, dan penumpang KRL rata-rata naik 6,13 persen.



(bir)