"Presiden Jokowi telah menyerukan solusi saling menguntungkan pada masyarakat Papua, Indonesia dan pemilik saham Freeport, dan kami setujui dengan seruan tersebut," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (24/9).
Selain menyatakan dukungan atas divestasi saham Freeport, Donovan mengatakan investor AS juga masih tertarik untuk berinvestasi di Indonesia secara keseluruhan maupun di Papua. Namun, investasi akan bergantung pada kesanggupan dari pemerintah Indonesia menyediakan dan menciptakan lingkungan investasi yang kondusif bagi investor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donovan mengatakan perusahaan AS yang sudah berinvestasi di Indonesia memegang peranan penting terhadap investasi perusahaan negaranya di Indonesia. "Mereka yang menentukan perusahaan lain akan datang atau tidak," katanya.
Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin usai penandatanganan mengatakan proses divestasi 51 persen saham tersebut akan dirampungkan Agustus kemarin. Tapi, sampai saat ini proses tersebut belum rampung juga.
Menteri ESDM Ignasius Jonan awal bulan ini memastikan September ini, transaksi divestasi saham bisa dilakukan. Menurutnya, langkah tersebut bisa dilakukan setelah Inalum mengantongi pinjaman senilai US$3,85 miliar atau Rp55,4 triliun yang dibutuhkan untuk divestasi tersebut.