Walmart Ingatkan Trump Perang Dagang Bikin Harga Barang Naik

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 00:57 WIB
Walmart Ingatkan Trump Perang Dagang Bikin Harga Barang Naik Walmart Inc mengingatkan kebijakan pengenaan tarif impor terhadap US$200 miliar produk asal China dapat menaikkan harga produk-produk ritel Negeri Paman Sam. (REUTERS/Carlos Barria).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan ritel Amerika Serikat (AS) Walmart Inc mengingatkan kebijakan pengenaan tarif impor terhadap US$200 miliar produk asal China yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump dapat menaikkan harga produk-produk ritel Negeri Paman Sam.

Pernyataan itu diungkapkan Walmart melalui surat resmi perusahaan yang ditujukan kepada Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Robert Lighthizer. Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas kebijakan AS yang telah menghambat masuknya produk asal China dalam aksi perang dagang antara kedua negara.

Perusahaan yang bergerak dalam pengoperasian jaringan department store itu mendesak agar kedua negara segera mencari solusi atas permasalahan tersebut.



Dalam surat tersebut, dilansir dari Reuters, perusahaan mengungkapkan kenaikan harga dapat berimbas pada produk makanan, minuman, hingga barang-barang perawatan pribadi.

"Sebagai pengecer terbesar di AS dan pembeli utama barang-barang manufaktur AS, kami sangat prihatin tentang dampak tarif ini terhadap bisnis kami, pelanggan kami, pemasok kami, dan ekonomi AS secara keseluruhan," tulis Walmart seperti dikutip Reuters, Jumat (21/9).

Selain produk makanan, barang elektronik juga dapat terpengaruh dengan adanya kenaikan tarif ini adalah pemanggang gas, sepeda dan lampu natal.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Kantor Perwakilan Perdagangan AS terkait dengan peringatan yang diberikan oleh Walmart Inc ini.

Tak hanya Walmart, Kamar Dagang AS sebagai salah satu organisasi swasta yang berorientasi pada bisnis juga meminta agar kedua negara segera mencari solusi alternatif dan membawa perang dagang ini ke dalam meja perundingan.

Trump akan memberlakukan kenaikan tarif impor sebesar 10 persen pada produk China senilai US$200 miliar pada 24 September 2018. Kenaikan tarif dapat meningkat hingga 25 persen pada akhir tahun.

Kebijakan ini dikeluarkan atas tuduhan adanya praktik perdagangan yang tidak adil. Dalam pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih, Trump mengancam akan memunculkan gejolak ekonomi dalam bentuk tarif tambahan jika Beijing mengambil tindak pembalasan.


Namun, beberapa jam setelah pernyataan Trump dikeluarkan, China berkomitmen menyiapkan balasan atas tarif baru yang dikenakan AS kepada produk-produk miliknya. (mjs/lav)