Mantan Wamendag Usul Bulog Punya Stok di Luar Negeri

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 15:47 WIB
Mantan Wamendag Usul Bulog Punya Stok di Luar Negeri Ekonom Bayu Krisnamurthi mengusulkan agar Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memiliki titik penyimpanan pasokan di negara pengimpor beras ke Tanah Air. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom Bayu Krisnamurthi mengusulkan agar Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memiliki titik penyimpanan pasokan di negara pengimpor beras ke Tanah Air.

Mantan Wakil Menteri Perdagangan era pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II itu menjelaskan langkah ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu kebutuhan beras di dalam negeri meningkat. Meski cara pengaman kebutuhan beras masyarakat masih dilakukan dengan skema impor, menurutnya, usulan itu efisien dan lebih menguntungkan.

Pasalnya, dengan adanya titik penyimpanan beras di negara asal pengiriman beras, maka Bulog tidak perlu langsung mengirim ke Indonesia ketika belum dibutuhkan. Hal ini membuat permasalahan ketidakcukupan ruang penyimpanan di gudang Bulog bakal terselesaikan.



Kedua, bila memang belum dibutuhkan, beras impor yang dibeli itu bisa kembali dijual Bulog ke pasar negara pengimpor tersebut. Artinya, Bulog bisa menyerap dan 'berdagang' beras di negara produsen beras itu.

"Kenapa tidak begini, Bulog punya stok beras di Thailand misalnya. Itu kalau tidak dipakai, bisa dijual di sana, tapi kalau mau pakai, tinggal dikirim ke sini," ucap Bayu di sebuah forum diskusi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Senin (24/9).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyambut baik usulan tersebut, bahkan menurutnya, usulan semacam ini sudah pernah disodorkan ke pemerintah. Meski begitu, menurutnya, perusahaan masih perlu waktu untuk mematangkan kajian dan hitungan anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan langkah tersebut.


"Kami harus berhitung, seperti apa sistem dan lainnya. Next-lah, kami pasti akan pikirkan yang terbaik untuk bangsa ini," katanya pada kesempatan yang sama.

Sebelumnya, impor beras menjadi polemik di kalangan internal pemerintah. Sebab, Perum Bulog menilai pemerintah tak perlu lagi mengimpor beras karena kebutuhan beras cukup, bahkan gudang Bulog sampai penuh menampungnya.

Di sisi lain, pemerintah merasa izin impor yang diberikan pada tahun ini sebanyak 2 juta ton perlu seluruhnya direalisasikan.


Pada kenyataannya, impor beras yang terealisasi hanya sekitar 1,8 juta ton beras yang akan masuk ke Tanah Air. (uli/lav)