Maklum saja, sejak Selasa (25/9) kemarin otot rupiah melemah. Pada Selasa sore, rupiah kembali bergerak lemah di level Rp14.918 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 52 poin dibanding posisi Senin (24/9).
Selain itu, IHSG juga akan mendapatkan tekanan dari kekhawatiran pasar atas potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS The Fed. Jika naik, Dennies memperkirakan pelaku pasar dalam negeri akan mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan BI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan selain tertekan oleh dua faktor tersebut, langkah IHSG juga akan tertahan oleh faktor teknikal. Penguatan IHSG yang sudah berlangsung dua pekan akan tertahan sehingga langkahnya akan tertahan.
"Diperkirakan IHSG masih akan bergerak pada zona negatif meskipun terbatas dengan rentang pergerakan 5.781-5.903," ungkap Lanjar melalui risetnya.
Hal ini juga terjadi di bursa saham Wall Street yang sebagian besar indeksnya melemah tadi malam. Dow Jones turun 0,26 persen, S&P500 turun 0,13 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,01 persen.