Potensi Kenaikan Suku Bunga akan Bebani Pergerakan IHSG

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 08:03 WIB
Potensi Kenaikan Suku Bunga akan Bebani Pergerakan IHSG Ilustrasi IHSG. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan Selasa (25/9) diperkirakan akan bergerak loyo. Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan IHSG akan melemah, tertekan oleh potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dan BI.

"Pelaku pasar masih mengantisipasi kemungkinan tersebut," katanya seperti dikutip dari risetnya, Selasa (25/9).

Selain dari potensi kenaikan suku bunga, pelemahan IHSG juga akan dipicu oleh antisipasi pasar terhadap perang dagang yang masih terjadi antara AS dan China. Walaupun melemah, Dennies mengatakan penurunan IHSG tidak akan tajam. 


Ia memperkirakan pelemahan hanya akan terjadi di kisaran support 5.823-5.852 dan resistance 5.934-5.987.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan sebaliknya. Ia mengatakan fundamental ekomomi dalam negeri masih cukup bagus akan menopang pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.

Selain itu, Wiliam juga mengatakan IHSG juga akan tertopang olah rilis laporan keuangan sejumlah emiten. Kinerja keuangan sejumlah emiten yang positif di kuartal III akan menopang pergerakan IHSG.

Atas dasar itulah, ia memperkirakan IHSG Selasa ini akan menguat di kisaran support 5.789 dan resistance 6.123. Sebagai informasi, IHSG kemarin berakhir di level 5.882 atau turun cukup tajam sebesar 1,26 persen.

Pergerakan anomali terlihat anomali karena pelaku pasar asing masih mencatatkan beli bersih atau net buy di pasar reguler sebesar 233,38 miliar. Namun, rupanya IHSG tak melemah sendiri. Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street juga terkoreksi tadi malam, misalnya Dow Jones turun 0,68 persen, S%P500 turun 0,35 persen, dan NYSE Composite turun 0,56 persen.

(agt/agt)