Jelang IMF-World Bank, Bandara Bali Operasikan Apron Baru

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/09/2018 12:52 WIB
Jelang IMF-World Bank, Bandara Bali Operasikan Apron Baru Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mulai mengoperasikan dua apron untuk mengakomodasi lalu lintas penerbangan jelang Forum IMF-World Bank 2018. (AAP/James Hall/via REUTERS).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mulai mengoperasikan dua apron baru untuk mengakomodasi lalu lintas penerbangan yang diperkirakan lebih padat menjelang Forum Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank) pada Oktober 2018 mendatang.

Co-General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Sigit Herdiyanto mengatakan apron baru dioperasikan setelah menjalani verifikasi dari Kementerian Perhubungan.

"Setelah dievaluasi tahap akhir, maka apron sudah layak digunakan," kata Sigit seperti dikutip dari Antara, Kamis (27/9).


Menurut dia, evaluasi final tersebut meliputi proses verifikasi di apron barat dan apron timur dengan pengukuran kekuatan apron. Petugas verifikasi berasal dari sejumlah tim di beberapa instansi yakni Inspektorat Navigasi Penerbangan, Subdirektorat Standardisasi Bandar Udara, Subdirektorat Peralatan dan Utilitas Bandar Udara serta perwakilan dari Direktorat Keamanan Penerbangan.


Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2622 rute Pudong Shanghai- Denpasar menjadi maskapai pertama yang menggunakan apron barat Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Pesawat itu berhenti parkir pada lajur nomor 57 sekitar pukul 09.20 WITA dengan membawa 98 penumpang. Di apron timur seluas 4,1 hektare itu, pesawat Garuda Indonesia perdana parkir pada lajur nomor 61 pukul 11.41 WITA.

Maskapai nasional dengan nomor penerbangan GA-727 rute Perth-Denpasar itu membawa penumpang 160 orang.


Dalam jangka pendek, pengembang menyiapkan lahan perairan seluas 8 hektare untuk membangun apron barat. Hal itu berfungsi untuk menyediakan apron baru demi memenuhi kebutuhan pertemuan IMF-World Bank 2018.

Khusus untuk jangka panjang, pengelola bandara itu juga tengah menyiapkan lahan perairan apron barat seluas 35,75 hektare.

Perluasan dua apron tersebut memberi konsekuensi bagi aktivitas bandar, di antaranya pemindahan gedung VVIP di sebelah barat ke sebelah timur, pemidahan gedung Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai dan pengelolaan limbah.


Seperti diketahui, total anggaran untuk investasi pengembangan fasilitas pembangunan bandara mencapai sekitar Rp2,2 triliun. (Antara/lav)