Co-General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Sigit Herdiyanto mengatakan apron baru dioperasikan setelah menjalani verifikasi dari Kementerian Perhubungan.
"Setelah dievaluasi tahap akhir, maka apron sudah layak digunakan," kata Sigit seperti dikutip dari Antara, Kamis (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2622 rute Pudong Shanghai- Denpasar menjadi maskapai pertama yang menggunakan apron barat Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Maskapai nasional dengan nomor penerbangan GA-727 rute Perth-Denpasar itu membawa penumpang 160 orang.
Dalam jangka pendek, pengembang menyiapkan lahan perairan seluas 8 hektare untuk membangun apron barat. Hal itu berfungsi untuk menyediakan apron baru demi memenuhi kebutuhan pertemuan IMF-World Bank 2018.
Khusus untuk jangka panjang, pengelola bandara itu juga tengah menyiapkan lahan perairan apron barat seluas 35,75 hektare.
Perluasan dua apron tersebut memberi konsekuensi bagi aktivitas bandar, di antaranya pemindahan gedung VVIP di sebelah barat ke sebelah timur, pemidahan gedung Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai dan pengelolaan limbah.
Seperti diketahui, total anggaran untuk investasi pengembangan fasilitas pembangunan bandara mencapai sekitar Rp2,2 triliun. (antara/lav)